PSK, Kondom, Obat Batuk dan Minuman Ringan Bikin Kuat Begadang, Razia Prostitusi di Maumere

Tim Gabungan melakukan tazia di Hotel M dan Hotel TM, Sabtu malam 29 November 2025. (dok.Satpol PP Sikka).

MAUMERE,dewadet.com-Razia Pekerja Seksual Komersial (PSK) tidak selalu berlangsung mulus. Ada saja tingkah pemilik hotel mengindari razia, padahal para PSK menjadi saksi transaksi sekual di hotel itu.

Hari Sabtu malam, 29 November 2025 tim gabungan Satpol PP Kabupaten Sikka, Polres Sikka, Kodim 1603 Sikka, dan Lanal Maumere  terjun ke dua hotel di Kota Maumere. Hotel M di tengah kota dan Hotel TM letaknya agar di pinggiran kota sekian lama membuka ruang buat transaksi seksual di sana.

“Waktu kami datang di Hotel TM, petugasnya sangat kooperatif. Kami menyerahkan surat tugas, menyampaikan maksud kedatangan kami malam-malam. Petugas memberikan buku tamu lalu memberikan kunci membuka kamar hotel,” kata Yosef Nong, Kepala Seksi Pengawasan, Pembinaan dan Penyuluhan Kantor Satpol PP Sikka, mewakili Kepala Satpol PP dan Damkar Sikka, Adeodatus Buang da Cunha, dihubungi Minggu sore, 30 November 2025.

“Perempuan sudah selesaikan melaksanakan job. Ada yang sedang menjalankan job,” kata Yosef Nong mengenai temu di Hotel TM.

Baca juga:Germo dan PSK Minta Ganti Pembalut Kabur dari Kantor Satpol PP

Keadaanya berubah total ketika merazia Hotel M di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok. Menjelaskan maksud kedatangan tim gabungan, menunjukkan surat tugas kepada petugas hotel atau customer hotel sudah dilakukan.

Customer lalu menelpon memberitahukan kehadiran tim gabungan kepada pemilik hotel. Dari seberang, pemilik tidak mengizinkan kamar hotelnya dibuka. Ia beralasan membuka kamar hotel kategori masuk ruang privat  melanggar pasal KUHPidana. Pemilik mencak-mencak di telpon menantang Bupati Sikka menutup aktivitas Hotel M.

Dua orang pengadu, PSK menyertai tim gabungan. Mereka pernah  menunjuk enam kamar dari keseluruhan 20 kamar di hotel itu, tetap saja pemilik tak bergeming.

“Kami menunggu hampir satu jam, kami akhirnya paksa periksa enam kamar hotel tersebut. Petugas berikan kunci cadangan tanpa memberitahukan lagi kepada pemilik hotel itu,” kata Yosef Nong.

Baca juga:Empat PSK Mengidap Penyakit Raja Singa dan Seorang Hamil Diamankan Satpol PP dari Rumah Warga Maumere

Tak hanya tamu perempuan yang berada di dalam kamar hotel. Ada temuan mengejutkan tim gabungan. Puluhan kondom bekas dan baru yang ditemukan di dalam kamar-kamar.

“Jumlahnya puluhan kondom. Ada juga obat batuk merek  K dan minuman ringan jenis F. Kata mereka dua jenis bahan ini dicampur dan lalu diminum bisa begadang sampai tiga malam,” pungkas Yosef Nong.

Razia tim gabungan Sabtu malam menciduk 11 orang pria dan perempuan PSK dari Hotel M dan TM di Kota Maumere, Pulau Flores. Mereka terdiri dari lima orang perempuan dan enam orang pria, tapi lima orang pria dipulangkan karena tidak cukup bukti, sedangkan seorang pria dan lima perempuan dibawah ke Kantor Satpol PP untuk pendalaman keterangan

Apesnya pria berinisial YAH yang menjadi germo kabur usai pemeriksaan darah dan urine di Puskesmas Beru. Meski hasil pemeriksaan menyatakan negatif penyakit menular seksual.

Baca juga:Penanggulangan AIDS di Sikka Terkendala Stigma dan Diskriminasi, Kena HIV Artinya Bermoral Buruk

Sementara dua orang PSK, MPEJ dan JEI usai makan siang di Kantor Satpol PP minta izin menganti pembalut di kamar mandi Kantor Satpol PP ternyata kabur lewat pintu belakang.

“Dua PSK perempuan ini minta izin ke kamar mandi mau ganti pembalut. Kami percaya karena mereka perlihatkan juga pembalut, ternya mereka keluar lewat pintu belakang,” kata Yosef Nong, Kepala Seksi Pengawasan, Pembinaan dan Penyuluhan Kantor Satpol PP Sikka, mewakili Kepala Satpol PP dan Damkar Sikka, Adeodatus Buang da Cunha, dihubungi Minggu sore.

Yosef  mengatakan telah mengerahkan anggota mencari di sekeliing kantor dan lokasi di belakang kantor. Dua kendaraan kantor juga dikerahkan mencari kedua perempuan ini, tak ditemukan.

“Dua orang yang kabur ini, seorang berasal dari Hewokloang berusia 15 tahun dan seorang lagi asal Kecamatan Talibura,” kata Yosef Nong.

Baca juga:Ibu Rumah Tangga dan Petani di Sikka Dominasi Penderita HIV dan AIDS

Enam orang diperiksa darah dan urine di Puskesmas Beru menyatakan seorang perempuan menderita penyakit HIV dan sifilis, dua orang perempuan sifilis,seorang hamil tiga bulan dan dua orang negatif penyakit,” kata Yosef. *

Penulis: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan