Gelombang dan Gemuruh Muncul di Danau Kelimutu Bikin Panik Pengunjung
ENDE,dewdet.com- Fenomena alam yang langkah terjadi pada Danau Kelimutu di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu 11 Januari 2026.
Pada kawah Danau Warna Hijau atau Koofai Nuamuri muncul gelombang dan suara gemuruh di permukaan danau direkam oleh pengunjung dan viral di media sosial. Fenomena alam itu juga membuat panik wisatawan yang berada di sekitar danau tersebut.
Kepala Balai Pemantau Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Wilayah NTT dan NTB, Arios Ghele Radja, membenarkan fenomena tersebut. Video yang beredar adalah kejadian nyata.
“Video itu real. Saya masih tunggu informasi dari pengamat di lapangan karena saya sudah minta mereka untuk melakukan pengecekan langsung. Tinggal kita lihat apa penyebabnya,” ujar Arios, dikonfirmasi, Minggu 11 Januari 2026.
Baca juga:Pamit Sebulan Lalu ke ATM, Warga Ende Ditemukan Jadi Kerangka di Jurang Koromera
Dikatakanya, pemantau gunung api masih melakukan pengamatan lanjutan untuk memastikan faktor pemicu munculnya gelombang di kawah danau. Apakah dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik, gas dari dasar danau, atau faktor alam lainnya.
Berdasarkan Laporan Aktivitas Gunung Api Kelimutu (Magma-VAR) periode pengamatan 10 Januari 2026 pukul 00.00–24.00 WITA, status Gunung Kelimutu masih berada pada Level I (Normal).
Laporan tersebut juga menjelaskan kondisi meteorologi di kawasan Gunung Kelimutu bervariasi, mulai dari cerah, berawan, hingga hujan, dengan suhu udara berkisar antara 18–28 derajat Celsius.
Curah hujan tercatat mencapai 15,7 milimeter per hari, dengan angin bertiup lemah ke arah selatan, barat, dan barat laut.
Baca juga:Riders Tour De EnTeTe Jejakan Kaki di Flores, Usai Balap Ke Danau Kelimutu
Secara visual, gunung teramati jelas dengan tingkat kabut rendah hingga sedang.
Asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan. Dari sisi kegempaan, tercatat dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3–11 milimeter dan durasi 53–67 detik.
Meski status masih normal, pemantau tetap mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat dan wisatawan.
“Masyarakat dan pengunjung diharapkan membatasi aktivitas di sekitar kawah, tidak melewati pagar pembatas, tidak mendekati danau kawah, serta tidak bermalam di dalam kawah untuk menghindari potensi bahaya gas beracun,” demikian bunyi rekomendasi resmi.*





