Dua Menit Berharga bagi Ruben Kuabib, Minta Foto Ibunda Lalu Mendekap ke Dada
MAUMERE,dewadet.com-Ratusan orang tengah siap-siap menuju lokasi pemakaman Kristina Noomawa (bukan Normawa) (43) dan putrinya Bernadetha Kuabib (8) di pemakaman keluarga di Waidoko, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat siang 17 Oktober 2025.
Beberapa orang pria juga sedang siap-siap akan mengusung kedua peti jenezah ke mobil ambulans di halaman depan rumah. Kaum wanita paruh bayah masih terus meratap menjelang pelepasan ibu dan anak.
Keduanya merupakan korban pembantaian oleh Linus Kuabib (51) di Desa Amol, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Jumat malam 13 Oktober 2025.
Dua orang anak, yang seorang pria membawa bingkai foto Kristina. Sedangkan seorang lagi anak perempuan membawa foto Bernadetha.
Baca juga:Ratapan Menyayat Mengantar Ibu dan Anak Korban Pembantaian di TTU Dimakamkan di Maumere
Pada sisi anak laki-laki yang memegang foto Kristina, wanita berkerudung menggendong bocah laki-laki. Ia seolah tak mau lepas dari gendongannya. Wajah bocah ini tampak dingin, nyaris tak berekspresi.
Bocah itu mengenakan celana warna biru dan kaos hitam tanpa kerah. Cari tahu namanya, ternyata Ruben Kuabib, anak keempat pasangan Kristin Noomawa, dan Gregorius Kuabib.
Tak ada yang menyuruh atau menggeraknya. Bocah itu setengah memaksa minta diberikan fofo yang dipegang oleh anak lak-laki yang berdiri di sampingnya.
Anak laki-laki yang memegang foto Kristina menyerahkan foto kepada Ruben. Bingkai foto dibaliknya, didekapkan beberapa saat ke dada dan perutnya sebelum dikembalikan kepada anak yang sebelumnya membawa foto. Tak banyak orang yang menyaksikan pemandangan hari siang tadi.
Baca juga:BREAKING NEWS: Dua Jenazah Pembunuhan di Desa Amol, TTU Dibawa Pulang ke Maumere
Beberapa orang menyebut wanita yang menggendong Ruben Kuabib adalah ibu angkatnya. Wanita ini lalu mengenalkan namanya Ibu Wiwin.
“Saya kenal baik dan teman Kristina (Noomawa). Kami tetangga. Tempo hari kami buka bengkel perbaikan kendaraan di samping rumahnya,” cerita Wiwin.
Wiwin bercerita, sejak Ruben tiba Jumat pagi di Maumere menemani mama Kristina dan Bernadetha, Ruben minta dia yang mengendong. Entahlah kenapa Ruben begitu dekat kepadanya? Wwin hanya tersenyum memeluk Ruben.
Kristina Noomawa, dan putrinya Bernadetha Kuabib (8) korban pembantaian Linus Kuabib, Senin malam 13 Oktober di Desa Amol, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Putrinya sulungnya Lusiana Kuabib, selamat setelah melarikan diri dengan tubuh luka parah masih dirawat di RSUD Kefemenanu.
Baca juga:Tersangka Pembunuhan di Pesta Nikah Jalan KS Tubun Diancam 15 Tahun Penjara
Dua orang putranya, Amang Kuabib selamat dari pembantaian. Ia berada di rumah tantanya di kampung tetangga, Desa Amol, sedangkan Ruben Kuabib berada di rumah keluarga yang lain domisili di Kupang.
Diberitakan sebelumnya, dua orang korban pembantaian Linus Kuabib (51) di Desa Amol, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kristina Noomawa (43) dan anaknya, Bernadetha Kuabib (8), Jumat pagi 17 Oktober 2025 tiba di Maumere dengan kapal perintis.
Selain kedua jenazah, dua orang anak Kristina, Amom Kuabib, dan Ruben Kuabib juga dibawa pulang.
Keluarga korban, Fransiskus Adritrianto mengatakan kedua jenazah dibawah pulamg keluarga, sebab menurut informasi keluarga di Desa Amol enggan mengurus secara baik.
Baca juga:Tragis di Desa Kowi, Anjing Mati, Pemilik Kena Alu
“Kami berterima kasih kepada Paguyuban Maumere di sana. Mereka sangat membantu kami mengirim kabar dan mengurus pemulangan kedua jenazah. Kami minta diurus dibawah pulang supaya kami mengurusnya secara layak,” kata Fransiskus. *
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Eugenius Moa




