Senin, 02 Februari 2026. Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah. Nubuat Maleakhi 3:1-4; Surat kepada Orang Ibrani 2:14-18; Lukas 2:22-40 (Singkat: 2:22-32).

Oleh: Rd.Fidelis Dua.

SAUDARI dan saudara terkasih, banyak orang pada zaman ini gemar mencari Tuhan di tempat-tempat yang megah dan spektakuler. Karena itu, gereja-gereja besar dan tempat-tempat ziarah yang terkenal hampir tak pernah sepi oleh kunjungan umat. Namun pertanyaannya, benarkah di sanalah Tuhan selalu ditemukan?

Sabda Tuhan hari ini justru menegaskan bahwa Tuhan yang kita cari itu akan masuk ke bait-Nya dengan cara yang sederhana dan tak menonjol. Kanak Yesus yang dipersembahkan di kenisah bukan untuk memamerkan kuasa, melainkan untuk memurnikan hati manusia yang gelap, lelah, dan rapuh.

Nabi Maleakhi mewartakan bahwa Tuhan akan masuk ke bait-Nya seperti api pemurni dan sabun pencuci. Artinya kehadiran Tuhan bukan pertama-tama untuk menghibur, tetapi untuk membersihkan. Allah memurnikan bukan dengan menghukum, melainkan dengan membentuk.

Seperti emas yang harus melewati api agar berkilau, demikian pula hati kita dimurnikan melalui kesetiaan, kejujuran, dan ketaatan dalam hidup sehari-hari. Tuhan berkenan bukan pada ibadah yang ramai, melainkan pada hati yang tulus dan hidup yang benar.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Sabda Bahagia: Jalan Kesetiaan Menuju Sukacita Sejati

Pesan ini menemukan kepenuhannya dalam Yesus Kristus sebagaimana ditegaskan dalam Surat kepada Orang Ibrani. Ia tidak menyelamatkan kita dari kejauhan. Ia masuk ke dalam daging dan darah kita, masuk ke dalam penderitaan, ketakutan, dan luka-luka kita. Ia menjadi Imam Agung yang penuh belas kasih, setia kepada Allah dan setia kepada manusia.

Karena Ia sendiri pernah dicobai dan menderita, Ia sanggup menolong kita yang lemah. Namun pertolongan itu menuntut kejujuran hati, keberanian untuk mengakui kerapuhan, dan kerendahan hati untuk membuka diri, agar Allah dapat menyelamatkan kita dengan kedekatan-Nya yang menyembuhkan dan memulihkan.

Injil menampilkan gambaran yang sangat menyentuh. Maria dan Yosef membawa Yesus ke kenisah bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketaatan yang sederhana dan setia. Simeon menyambut Anak itu dan berseru, “Mataku telah melihat keselamatan.”

Ia tidak melihat istana atau kuasa politik, melainkan seorang Anak kecil, dan dalam iman ia percaya bahwa Dialah terang bagi segala bangsa. Terang yang diwartakan oleh Simeon kini kita hayati melalui pemberkatan dan penyalaan lilin, tanda bahwa terang keselamatan Allah telah dinyalakan di tengah Gereja dan dunia.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Saat Hati Jujur, Tuhan Bertindak

Itu berarti kita yang menerima terang Kristus dipanggil bukan hanya untuk menikmatinya, melainkan untuk membawanya ke dalam kegelapan hidup manusia melalui iman, harapan, dan kasih. Karena itu, kita menantikan terang Roh Kudus yang mendorong dan menuntun kita ambil bagian dalam karya keselamatan Allah dalam hidup sehari-hari.

Seperti Maria dan Yosef, Simeon dan Hana, marilah kita menantikan Tuhan dalam doa, menjaga nyala lilin iman kita, dan dengan sabar serta setia melakukan kehendak-Nya, peka menangkap karya Allah dalam hal-hal yang kecil dan tersembunyi. Sebab kehadiran Tuhan jarang tampil dalam peristiwa luar biasa, melainkan berdiam dalam kesetiaan yang sunyi, pelayanan yang tulus, dan kasih yang sederhana namun nyata.

Saudari dan saudara terkasih, hari ini kita diajak bertanya apakah kita memberi ruang bagi Tuhan untuk masuk ke dalam bait hidup kita atau kita terus mencari-Nya? Tuhan senantiasa datang. Ia masih masuk ke kenisah hidup kita melalui Ekaristi, melalui Sabda, dan melalui sesama yang sederhana.

Marilah kita meneladan Simeon yang setia menanti dan akhirnya menemukan keselamatan. Sambutlah Kristus bukan hanya di altar, tetapi dalam hati yang mau dimurnikan, hidup yang mau diterangi, dan iman yang setia dijalani setiap hari. Sebab ketika Kristus kita sambut dengan ketaatan yang sederhana dan setia, hidup kita pun menjadi terang bagi sesama dan kemuliaan bagi Allah.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dari Kejatuhan Daud Hingga Benih Kerajaan Allah

Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:

”Tuhan tidak selalu datang dalam peristiwa besar yang memukau mata, tetapi dalam kesederhanaan yang mengubah hati dan memurnikan hidup.”

”Ketika kita berani membuka bait hati kita dengan rendah dan setia, di sanalah Kristus menjadi terang yang menyelamatkan dan mengutus kita menjadi terang bagi sesama.”

Tuhan memberkati kita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan