Sabtu, 31 Januari 2026. Peringatan Wajib St. Yohanes Bosco, Imam.  2 Samuel 12:1-7a.10-17; Markus 4:35-41

Oleh: Rd.Fidelis Dua

SAUDARI dan saudara terkasih. Hidup bergerak antara badai dan pengakuan. Kita takut tenggelam ketika hidup terasa tidak terkendali, tetapi justru diselamatkan ketika berani berkata jujur di hadapan Tuhan. Daud jatuh bukan karena Tuhan meninggalkannya, melainkan karena ia melupakan suara hatinya.

Para murid panik bukan karena Yesus tidak hadir, melainkan karena iman mereka goyah oleh angin dan gelombang. Sabda Tuhan mengingatkan kita bahwa keselamatan tidak lahir dari kepura-puraan atau ketakutan, tetapi dari keberanian untuk mengakui kesalahan dan mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.

Dalam bacaan pertama, Daud akhirnya berkata dengan jujur, Aku telah berdosa kepada Tuhan. Kalimat ini pendek, tetapi mengandung kekuatan besar. Daud tidak membela diri, tidak menyalahkan keadaan, tidak bersembunyi di balik kuasa dan jabatan. Ia mengakui dosanya dan membuka ruang bagi belas kasih Allah untuk bekerja.

Dalam hidup sehari-hari, kita pun sering tergoda menutup kesalahan dengan alasan yang tampak masuk akal. Kita menyalahkan situasi, orang lain, atau masa lalu. Sabda Tuhan mengajak kita belajar dari Daud bahwa pengakuan yang tulus selalu menjadi awal pemulihan dan pembaruan hidup.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dari Kejatuhan Daud Hingga Benih Kerajaan Allah

Dalam Injil, para murid berada di tengah danau, diterpa angin kencang, dan merasa ditinggalkan. Mereka berseru dengan nada putus asa: ”Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa.” Yesus bangun, menghardik angin dan berkata, ”Diam. Tenanglah.” Seketika danau menjadi teduh. Yesus lalu menegur iman mereka.

Badai di luar ternyata memperlihatkan badai yang lebih dalam di hati mereka. Betapa sering kita mengalami hal serupa. Ketika hidup terguncang, kita cepat panik dan meragukan kehadiran Tuhan, padahal Ia tetap ada di perahu hidup kita.

Di sinilah teladan Santo Yohanes Bosco bersinar dengan indah. Ia hidup di tengah badai zaman, kemiskinan, kenakalan remaja, dan ketidakpastian masa depan anak-anak muda. Namun ia tidak lari, tidak menyalahkan keadaan, dan tidak kehilangan harapan.

Dengan hati yang jujur, iman yang sederhana, dan kepercayaan total kepada Tuhan, ia menenangkan badai demi badai melalui kasih, pendidikan, dan pendampingan yang sabar. Don Bosco mengajarkan bahwa iman sejati tidak menghilangkan kesulitan, tetapi memberi keberanian untuk tetap setia dan penuh harapan di tengah kesulitan.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Menjadi Pelita Dihadapan Allah yang Melihat Segalanya

Saudari dan saudara terkasih, Sabda Tuhan meneguhkan kita untuk tidak takut mengakui kesalahan seperti Daud dan tidak panik menghadapi badai seperti para murid. Tuhan hadir, berbicara, dan bertindak ketika kita membuka hati dan mempercayakan hidup kepada-Nya.

Bersama Santo Yohanes Bosco, marilah kita belajar menjaga iman yang jujur, sederhana, dan penuh kasih. Dengan hati yang rendah dan percaya, kita akan mengalami bahwa Tuhan sanggup menenangkan badai hidup dan menuntun kita menuju seberang keselamatan.

Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:

”Keselamatan tidak lahir dari hati yang pandai menyembunyikan diri, tetapi dari hati yang berani jujur dan berserah di hadapan Tuhan.”

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Menabur dengan Akal, Menumbuhkan dengan Hati

”Badai boleh mengguncang perahu hidup kita, tetapi iman yang jujur dan percaya akan selalu membawa kita sampai ke seberang keselamatan.”

Tuhan memberkati kita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan