Delapan Hari Cairan Dialisa di RSUD TC Hillers Maumere Kosong, Keluarga Pasien Mengamuk
MAUMERE,dewadet.com-Sudah berlangsung delapan hari tidak tersedia cairan dialisa (digunakan pasien cuci darah) berlangsung di RSUD dr. TC Hillers Maumere, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Keluarga pasien mengamuk karena tidak bisa dilayani, bahkan ada pasien yang terpaksa berangkat ke Kupang menjalani cuci darah di ibukota Provinsi NTT.
Masalah serupa terjadi bulan September 2025. Ketika itu persediaan cairan dialisa menipis selama kurang lebih dua minggu, sehingga pasien yang hendak cuci darah hanya bisa dilayani sekali tindakan seminggu.
Dokter Sheryl Elita yang bertugas di Unit Hemodialisis mengatakan sejak tanggal 11 Mei 2026 tidak dilakukan pelayanan cuci darah karena tidak ada cairan dialisa. Sampai hari Senin (18/5) pukul 12.24 Wita, cairan dialisa masih kosong. “Kami sudah koordinasi dengan ekspedisi,” katanya
“Barang sudah ada, namun belum dibongkar. Dari hasil follow up disampaikan hari ini dibongkar,” jelas Dokter Sherly Elita di Unit Hemodialisis, Senin, 18 Mei 2026.
Baca juga:RSUD Maumere Punya Dua Dokter Anestesi
Menurut Dokter Sherly Elita, sesuai standar operasional pihaknya sudah mengajukan permintaan cairan dialisa sejak Maret 2026. Permintaan disampaikan secara tertulis kepada vendor di Jakarta.
Semenjak pengajuan permohonan pada Maret lalu, setiap minggu pihaknya juga selalu menginformasikan kepada pasien.
“Kami sudah ajukan permintaan dari bulan Maret. Keterlambatan pengiriman dari vendor, mungkin masalah keuangan atau bagaimana, kami juga tidak tahu,” ujar dia.
Dia menambahkan sejak 11 Mei 2026 itu sesungguhnya stok cairan dialisa masih ada dengan kuota yang sangat terbatas. Kuota yang terbatas itu, kata dia, diprioritaskan bagi 11 pasien cuci darah yang menjalani rawat inap. Sedangkan untuk pasien rawat jalan, jika mengeluh sesak, disarankan ke IGD untuk mendapatkan penatalaksanaan awal.
Baca juga:FK UGM Visitasi di RSUD Maumere, Fasilitas Lengkap dan Beri Dukungan Dokter Ahli
“Sampai hari ini stok emergency juga sudah habis,” ungkap Dokter Sherly Elita.
Dokter Sherly Elita berharap PT Citra Niaga selaku ekspedisi bisa segera melakukan pembongkaran cairan dialisa dan mengirimkan ke Unit Hemodialisis sehingga stok cairan dialisa bisa kembali normal.
Di Unit Hemodialisis, tidak ada satu pun pasien di ruangan tersebut. Hanya terlihat Dokter Sherly Elita bersama dua tenaga medis. Mereka sedang melayani keluarga pasien. Seorang keluarga meminta surat pengantar dari dokter untuk pasien yang hendak menjalani proses cuci darah di Kupang.
“Mama saya harus cuci darah. Sekarang Mama cuci darah di Kupang karena di sini tidak ada cairan dialisa,” jelas keluarga pasien.
Sementara seorang lagi, tampak mengamuk karena keluarganya tidak mendapatkan pelayanan cuci darah akibat ketiadaan cairan dialisa. Dia bahkan mengaku telah mendatangi Kantor PT Citra Niaga untuk segera membongkar kiriman cairan dialisa untuk diantar ke Unit Hemodialisis.
Satu unit pikup terlihat sedang membongkar paket kiriman untuk Unit Hemodialisis. Namun menurut Dokter Sherly Elita, kiriman yang mereka terima adalah cairan bicarbonat, bukan cairan dialisa.
Petugas ekspedisi PT Citra Niaga mengaku kapal pengangkut barang telah tiba sejak Kamis (14/5). Barang-barang yang diangkut kapal sudah dievakuasi ke gudang PT Citra Niaga di Kelurahan Hewuli Kecamatan Alok Barat.*





