Menteri Koperasi Terima Audiensi General Manajer KSP Kopdit Obor Mas
JAKARTA, dewadet.com-Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono menerima audiensi dengan General Manajer (GM) KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, Senin 18 Mei 2026 di Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas koperasi existing dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terutama dalam penguatan lembaga keuangan mikro sebagai bagian dari ekosistim koperasi yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.
Usai pertemuan dengan Menkop, GM Kopdit Obor Mas didampingi juga oleh pengurus, Aleksius Bertholomeus dijadwalkan menemui Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi.
Kopdit Obor Mas sudah mendapat tawaran dari LPDB Koperasi menerima pinjaman senilai Rp 200 miliar ketika dikunjungi Direktur Bisnis LPDB Koperasi, Oetje Koesoema Prasetia,SE, Selasa 14 April 2026.
Baca juga:Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR: Lolos Audit Menkop, Menkeu, BI dan OJK
Prasetia mengatakan KSP Kopdit Obor Mas punya kesempatan mendapatkan pinjaman Rp 200 miliar dari LPDB. Lembaga ini menilai kinerja keuangan Kopdit Obor Mas dari tahun-tahun sebelumnya sangat baik.
“Kopdit Obor Mas ajukan lagi Rp 200 Miliar. Tapi kita akan lihat lagi ‘landing’-nya seperti apa? Jaminannya? Dan, dipastikan angka yang disetujui oleh LPDB disalurkan ke anggota dengan baik. Jadi bukan hanya besarnya pengajuan. Tapi analisa bisnisnya, kebutuhan dan sesuai dengan kondisinya,”kata Prasetia, usai pertemuan di Kantor Pusat Kopdit Obor Mas Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurutnya Kopdit Obor Mas punya basis anggota yang cukup kuat di NTT, sehingga kita harus support perkembangan bisnisnya.
Kopdit Obor Mas, lanjut Prasetia, sudah bersama LPDB sejak 2009. Terakhir kali selama pandemi Covid-19, Kopdit Obor Mas mendapat alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Baca juga:Kopdit Obor Mas Ajukan Pinjaman LPDB Koperasi Rp 200 Miliar
Pada saat itu disalurkan pembiayaan Rp 200 miliar dalam rentang waktu tiga kali yakni Rp 50 miliar, Rp 100 miliar dan Rp 50 miliar.
“Semuanya sudah lunas. Makanya saya pastikan baik. Saya datang ke sini lagi untuk pastikan kebutuhannya,” imbuh Prasetia. *




