Kritis Dua Korban Gempa di Palue, Jalan Tertimbun Longsor
MAUMERE,dewadet,com-Dua orang pasien korban gempa bumi asal Dusun Awamale, Kampung Watupuli di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam kondisi kritis. Evakuasi darat tidak bisa dilakukan, jalan tertutup longsor, batu dan pohon yang jatuh dari jurang ke jalan.
“Kalau mau dibantu hanya bisa lewat udara dengan helikopter. Jalan darat sama sekali tidak bisa dijangkau. Medannya sangat berat, mendaki dan kewati lereng-lereng. Ke sana hanya bisa jalan kaki,” kata Yosef Karmianto Eri, wakil rakyat asal Kecamatan Palue.
Kedua korban, kata Erimanto, adalah Fulgensia Sopu, dan Edita Lanu. Keduanya ditimpah reruntuhan bangunan pada saat gempa bumi mengguncang Pulau Flores, Sabtu pagi 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA.
Di Dusun Awamale, sebelumnya seorang warga setempat meninggal dunia tertimpa runtuhan gempa.
Baca juga:Mobil Pikap Terjebak Gempa di Jalan Poros Kecamatan Palue Belum Dievakuasi
“Pasien Fulgensia Sopu punya riwayat penyakit Asma. Pada saat ini Asmanya kambuh lagi,” kata Manto menghubungi wartawan Senin siang, 18 Agustus 2026.
Wilayah Dusun Awamale, kata Manto merupakan salah wilayah sangat terisolir pasca gempa. Menjangkau kampung itu dari Desa Nitunglea sejauh 3 Kilometer dengan jalan kaki.
Sedangkan dari Nitunglea menuju ke pusat Kecamatan Palue sekitar 10 Km bisa dilayani kendaraan. Namun ruas jalan ke sana tertimbun runtuhan batu-batuan dan pohon karena gempa.
Diberitakan sebelumnya, sehari setelah gempa dasyat melanda Flores, Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, bersama anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sikka bermalam di Pulau Palue pada Minggu malam 16 Agustus 2026.
Baca juga:Bupati Sikka dan Forkompimda Bermalam di Palue: Warga Tidak Sendirian
Kedatangan ke Palue mengantar bantuan tanggap darurat, menemui warga di tenda pengungsian dan turun ke desa yang terisolasi berat dampak gempa.
Gempa bumi terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau pukul 05.58 WITA berpusat di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan menewaskan 50-an orang, ratusan orang luka berat dan ratusan rumah warga dan fasilitas umum rusak.*





