Bupati Sikka dan Forkompimda Bermalam di Palue: Warga Tidak Sendirian
MAUMERE, dewadet.com-Sehari setelah gempa dasyat melanda Flores, Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, bersama anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sikka bermalam di Pulau Palue pada Minggu malam 16 Agustus 2026.
Kedatangan ke Palue mengantar bantuan tanggap darurat, menemui warga di tenda pengungsian dan turun ke desa yang terisolasi berat dampak gempa.
Kehadiran mereka di Palue menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka memastikan penanganan darurat berlangsung cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Selama berada di Palue, Bupati Sikka menemui warga, menyaksikan langsung kerusakan bangunan, fasilitas umum, dan melihat lokasi yang terdampak gempa. Bupati juga terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, perangkat daerah, relawan, dan unsur terkait lainnya dalam penanganan dampak bencana.
Baca juga:Gempa Flores, Salah Satu Gempa Terbesar di Dunia
Selain memantau kondisi di lapangan, ia ingin memastikan pembaruan data dan informasi kebencanaan terus dilakukan. Hal ini penting untuk mendukung pendataan kerusakan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, penyaluran bantuan, serta langkah evakuasi apabila diperlukan.
Dalam situasi darurat akibat bencana, kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman sekaligus memastikan berbagai kebutuhan warga dapat segera direspons.
Pemerintah Kabupaten Sikka bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi dan mempercepat langkah-langkah penanganan di wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Palue.
Bupati Sikka menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir dan bekerja bersama masyarakat hingga proses penanganan kondisi darurat dapat berjalan dengan baik.
Baca juga:Kapal PELNI Gratiskan Angkut Logistik Korban Gempa NTT
“Palue tidak sendiri. Pemerintah hadir, bergerak bersama masyarakat, dan memastikan masyarakat mendapat perhatian serta penanganan terbaik di tengah situasi bencana,” kata JPYK, akronim Juventus Prima Yoris Kago menyemangati warga Palue.
Diberitakan sebelumnya gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau pukul 05.58 WITA berpusat di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan menewaskan 50-an orang, ratusan orang luka berat dan ratusan rumah warga dan fasilitas umum rusak.*





