Menyanyi dan Menggambar Mengembalikan Mental Anak di Pengusian Desa Tanaduen
MAUMERE,dewadet.com-Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu,15 Agustus 2026 diikuti dengan gempa-gempa susulan yang masih berlangsung sampai hari keenam terus menghadirkan kecemasan kepada banyak warga di Pulau Flores terutama anak-anak.
Tujuh kabupaten di Pulau Flores terdampak hebat gempa. Ribuan orang mengungsi di tenda-tenda darurat. Sudah 70-an orang meninggal dunia, ratusan orang berat dan luka serta ribuan rumah penduduk, fasilias umum rusak.
Mengembalikan mental anak-anak yang mengalami trauma, Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) Sikka berkolaborasi dengan Indonesian Youth Action (IYA), volunteer muda Indonesia asal Jawa Barat, Kalsel, Kendari, Bima, dan Jogja melakukan trauma healing.
Kepedulian ini diharapkan bisa memulihkan kondisi mental dan mengurangi kecemasan, serta membangkitkan kembali semangat terutama anak anak di desa.
Baca juga:Jalan Trans Flores dari Labuan Bajo sampai Larantuka Pulih Pasca Gempa
Warga Habigete di Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae mendapatkan kesempatan menerima kegiatan trauma healing. Dipilihnya lokasi ini karena banyaknya rumah berat dan rusak ringan. Bahkan semua warga memilih tidur dan masak di luar rumah beratap tenda terpal seadanya.
Yoga, Koordinator IYA asal Banten, Jawa Barat menyampaikan trauma healing merupakan kontribusi dan kepedulian mereka kepada warga yang mengalam musibah .
Ketua Asidewi Sikka, Yance Moa megatakan trauma healing dilakukan supaya bisa mengmbalikan dan menjaga mental anak-anak.
“Bencana alam seperti gempa bumi, rentan menimbulkan trauma bahkan gangguan mental orang tua maupun anak anak. Kami melakukan pendekatan merangsang suka citanya dari rasa takut dan cemas yang mendalam dengan bermain kreatif, menggambar atau mewarnai, dan bernyanyi serta edukasi bencana,” kata Yance Moa.
Baca juga:Gempa Flores, Salah Satu Gempa Terbesar di Dunia
Kegiatan ini sekaligus memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan RI dihadiri Kepala Desa Tana Duen, Lembaga Adat, dan Panitia HUT RI Ke-81, dan warga desa yang mengungsi mandiri dari daerah pesisir Pantai Tana duen maupun dari Kota Maumere. *





