70 Persen OGDJ di Sikka Kategori Berat, Tantangan Persediaan Obat
MAUMERE,dewadet.com-Sejumlah 60-70 persen dari sekitar 1.200-an orang dengan gangguan jiwa (OGDJ) di Kabupaten Sikka, Pulau Flores dikategorikan sebagai penderita berat, di tengah persediaan obat yang sangat terbatas.
“Sekitar 60-70 persen OGDJ yang mengalami gangguan berat. Tantangan kita selama ini adalah persediaan obat-obatan,” ujar Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus di Maumere, Kamis (13/11/2025).
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah berkerja sama dengan lembaga sosial dan pihak keluarga terus berupaya mengurangi pemasungan. Tempo hari, kata Petrus, mencapai 20-30 orang, kini tersisa tiga orang.
Dikatakannya, tantangan yang sering ditemui adalah persediaan obat untuk penderita OGDJ yang selama ini berasal dari Kementerian Kesehatan RI dan Provinsi NTT.
“Persediaan obat di bulan Juli sangat terbatas, karena ini obat program,” kata Petrus. Namun pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan obat bagi para penderita.
Menurut Petrus, kesembuhan penderita OGDJ tidak semata persediaan obat-obatan yang memadai, namun dukungan keluarga dan lingkungan sosial. Hal dominan timbul OGDJ karena trauma, depresi dan juga berhenti konsumsi obat-obatan.
Edukasi kepada keluarga-keluarga, dan penyediaan rumah aman dengan bantuan dari Biara Kamilian dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta telah turut membantu penyembuhan OGDJ.
“Kalau rutin minum obat-obatan, orang dengan gangguan jiwa bisa disembuhkan,” tegas Petrus.
Baca juga:Tiang Puskesmas Tuanggeo Pakai Besi Banci, Kadis Kesehatan Sikka Perintah Bongkar
Hal penting yang juga harus diperhatikan yakni menciptakan kesibukan kepada OGDJ. Diantaranya menyediakan pelatihan ketrampilan agar dapat mengalihkan perhatian dengan pekerjaan. *




