Satu Menit Lebih Bayi Perempuan dalam Dekapan Wapres, Ayah Bayi Bilang: Kami Bahagia

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka mengendong bayi di tenda perawatan halaman RSUD dr.TC Hilers Maumere di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis sore 20 Agustus 2026. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka kepada pasien dirawat di tenda darurat halaman RSUD dr.TC Hillers Maumere pada kelima pasca Gempa Flores bermagnitudo 7,7, Kamis sore 20 Agustus 2026 menghadirkan suasana yang lain di tengah musibah bencana alam.

Beberapa jam setelah guncangan gempa hari Sabtu pagi 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA, seluruh pasien dievakuasi keluar ruangan. Tenda-tenda didirikan di halaman RSUD berlokasi di Jalan Wairkalau, Kota Maumere.  Di hari kunjungan Wakil Presiden, menjadi hari kelima pasien menempati tenda.

Raut wajah cerah dan senyum terpancar dari para pasien,sanak keluarga mendampingi dan tenaga kesehatan yang menjaga di tenda-tenda. Beberapa saat mereka ‘melupakan’ sakit yang dideritanya.

Gibran didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia (PMK) Pratikno, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr.TC.Hillrers, dr.Paul Lameng, mendatangi setiap tempat tidur yang ditempati oleh pasien.

Baca juga:Wakil Presiden Kunjungi Enam Lokasi Gempa di Sikka Siang Ini

Kepada setiap pasen, mantan Walikota Solo, Provinsi Jawa Tengah menanyakan keadaan mereka, jenis penyakit yang diderita dan menyemangati mereka segera pulih dan kembali ke rumah. Pasien yang ditemuai tampak tersenyum bahagia.

Sekitar delapan atau sembilan jam sebelum Wapres tiba di Maumere,  salah seorang bayi perempuan hadir di RSUD Maumere. Bayi perempuan dari pasangan Yoris Bata Jago, dan Marliana Ervani Wena, terlahir normal pada hari Kamis pukul 09.00 WITA. Kondisin sang bayi sehat. Berat badan 3 Kg lebih dan tinggi 49 Centimeter.

Kedatangan orang nomor dua di Indonesia ke tempat tidur yang ditempati Marlina ditemani Yoris dan bayi perempuan menghadirkan kesan, suasana dan pengalaman yang beda bagi keluarga ini.

Gibran melakukan dialog menanyakan kesehatan sang ibu yang masih berbaring, menanyakan keadaan bayi dan nama bayi. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, pun tak sungkan minta Mas Wapres menggendong bayi.

Baca juga:Jalan Trans Flores dari Labuan Bajo sampai Larantuka Pulih Pasca Gempa

“Oooo…. Boleh saya akan bersihkan tangan dulu. Dia lahir masih gempa juga kan,” tanya Gibran.

Sesaat kemudian dengan tisu basah, Wapres membersihkan tangannya kemudian menerima bayi dari gendongan perawat yang mendampingi ibu yang baru bersalin.

“Anak-anak saya sudah besar. Sudah beri nama belum? tanya Gibran. Bupati Sikka, juga kedua orangtua bayi meminta Gibran memberi nama, namun Gibran yang masih mengendong bayi agak keberatan dan menyarankan sebaiknya sang ayah memberi nama kepada bayi perempuan ini.

Kepada Yoris, Gibran menanyakan kondisi rumah ditempatinya. “Kami tinggal di mess sekolah di SD Inpres Ili Getang. Saya petugas keamanan di sekolah,” ujar Yoris kepada Wapres.

Baca juga:Paus Leo XIV Turut Berduka untuk Korban Gempa Flores

Satu menit lebih beberapa detik bayi perempuan ini dalam dekapan Gibran memberi kenangan tersendiri kepada Yoris dan Marliana.

Kepada wartawan usiai kunjungan itu, Yoris mengaku sangat mengaku bahagia. Kenangan yang tak akan dilupakan, putri sempat digendong oleh Wakil Presiden. Yoris mengaku tidak membayangkan akan mendapatkan tamu kehormatan.

“Saya bahagia sekali,” ujar Yoris singkat.

Diberitakan sebelumnya, hari kelima pasca Gempa Flores bermagunitudo 7,7, Sabtu 15 Agustus 2026, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka datang  ke Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) siang ini, Kamis 20 Agustus 2026.

Baca juga:Gempa Flores, Salah Satu Gempa Terbesar di Dunia

Wapres  bertolak dari Halim  pukul 09.00 WIB dan akan tiba d Bandara Frans Seda Maumere, pukul 12.55 WITA.

Wapres meninjau enam lokasi terdampak gempa yakni SD Inpres Waiklau di Perumnas,  Pelabuhan Lauren Say, Maumere, Gereja St. Maria Magdalena, RSUD TC Hillers, dan pengungsi gempa Gelora Samador Maumere.

Tujuh Kabupaten di Pulau Flores terdampak gempa bumi yakni Sikka, Ende, Nagekeo. Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.

Berdasarkan hasil pendataan sementara unsur SAR tanggal 19 Agustus 2026  pukul 18.00 Wita diperoleh sebanyak 73 orang meninggal dunia dan 931 luka dan luka berat.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan