MAUMERE,dewadet.com-Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Parera, mendorong peradilan militer menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya kepada oknum prajurit TNI yang menganiaya Prada Prada Lucky Cepril Saputra Namo.

Lucky meninggal pada Rabu, 6 Agustus 2025 pukul 10.30 Wita setelah menjalani perawatan empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores.

“Kematian Lucky akibat penyiksaan merupakan tindakan kejahatan kemanusiaan.Oleh karena itu tidak ada alasan untuk mengampuni pelaku,” tegas Andre.

Ketua DPP PDI Perjuangan mendorong penyidik militer mengungkap kasus ini seterbuka-terbuka mungkin, sehingga peradilan militer yang akan mengadili pelaku tindak kejahatan ini bisa memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada para pelaku kejahatan tersebut.

Baca juga: Empat Hari Dirawat di RSUD Aeramo, Prajurit TNI Wakanga Mere Diduga Tewas Diduga Dianiaya

Hukuman yang berat, kata Andre, juga untuk memberikan rasa keadilan bagi keluarga dan melindungi para prajurit terutama prajurit yang berpangkat rendah dan baru mulai meniti karir di bidang pertahanan negara dari tindakan semena-mena oleh para senior dan mereka yang berpangkat lebih tinggi.

Ungkapan sang almarhum Prada Lucky; “saya rela kalau anak saya mati di medan tempur. Tapi kalau mati karena penyiksaan oleh sesama prajurit adalah kematian sia2, ”

Ungkapan ini dinilai wakil rakyat dari Daerah Pemillihan NTT I, penuh makna penyerahan sang putra terkasih kepada negara. Ini tentu harus menjadi pertimbangan dari oditur dan hakim peradilan militer dalam melakukan proses peradilan kematian Prada Lucky.

Diberitakan sebelumnya, anggota TNI AD yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere, Nagekeo,Prada Lucky Cepril Saputra Namo tewas diduga akibat dianiaya seniornya di dalam asrama.

Baca juga: Motif Penganiayaan Ebit, Tagih Hutang Rp 200 Ribu Ditendang Kemaluan dan Meninggal  

Korban meninggal pada Rabu (6/8) pukul 10.30 Wita setelah menjalani perawatan selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Nagekeo.

Ia diketahui baru dua bulan menjadi seorang tentara sebelum akhirnya diduga dianiaya para seniornya hingga meninggal dunia. *

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan