Mobil Tergelincir Malam Hari di Jalan Rusak Bawa Bantuan Gempa ke Mahebora, Terobati Senyum Mama-Mama
MAUMERE,dewadet.com-Distribusi bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) menjangkau kepada semua korban gempa terus dilaksanakan Satuan Tugas (Satgas) Gempa Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai hari ke-19 pasca gempa.
Tak semua kampung, dusun dan desa-desa di Sikka punya jalan yang memadai dilintasi kendaraan mendistribuskan barang bantuan.
Warga domisili di tempat yang jauh dari pusat Kota Maumere tak terkecuali harus dijangkau. Tak hanya distribusi paket Sembako, tapi juga menyasikan keadaan warga serta dampak kerusakan ditimbulkan dari bencana alam ini.
Warga Dusun Hagarahu di Desa Mahebora, Kecamatan Nita, bermukim di lereng bukit ketinggian dari Kota Maumere. Untuk menjangkau pemukiman ini melintas di jalan rabat semen sejauh 7-8 Km dari batas desa tetangga.
Baca juga:Korban Gempa ‘Lupa’ Dirawat, Ditemukan Bupati Sikka, “Evakuasi dan Rawat”
Jalan mendaki dan lubang-lubang yang lebar ada di sepanjang jalan, penuh resiko kecelakaan tak menyurutkan tim Satgas dipimpin Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago ke Mahebora, Rabu malam, 2 September 2026. Tekadnya menemui warga dan memastikan keadaan mereka pascagempa bermagnitudo 7,7.
Mobil Toyota Inova ditumpangi bersama bupati tergelincir berulang kali ke kiri,kanan jalan lubang dan tikungan tajam sekitar 1 Km sebelum tiba di Hagarahu. Turun lalu jalan kaki, kendaraan dibantu dorong akhirnya bisa menemui warga yang sudah berkumpul di salah satu rumah warga sekitar pukul 19.45 Wita.
Perjalanan melelakan terobati keramahan kaum mama menyambut kedatangan di malam hari itu. Sejumlah 80 paket sembako diserahkan kepada mereka.
Keluh warga melaporkan rumahnya rusak karena getaran gempa. Bupati Juventus mengatakan kerusakan rumah yang telah dilaporkan akan dinilai tim teknis yang paham bangunan.
Baca juga:Bupati Sikka Menyapa Nakes Pasca Gempa: Terima Kasih untuk Pelayanan
Penjabat Kepala Desa Mahebora, Yohanes Nurak,mengatakan 20 unit rumah warganya mengalami kerusakan, lima diantaranya kategori rusak berat, enam unit rumah rusak sedang dan sembilan rusak ringan. Selain rumah warga, kata Yohanes, ada juga bangunan kapela dan sekolah retak.
“Warga Dusun Sara Jawa paling merasakan dampak gempa ini,” kata Yohanes menambahkan Desa Mahebora didiami 202 kepala keluarga dengan 981 jiwa. *





