Senin, 13 Juli 2026. Hari Biasa Pekan XV. Kitab Yesaya 1:11-17; Matius 10:34 – 11:1

Oleh: RD.Fidelis Dua.

SAUDARI dan saudara terkasih. Banyak orang mengira bahwa damai berarti tidak ada pertentangan, tidak ada pengorbanan, dan semua orang merasa senang. Namun, damai yang sejati justru lahir sesudah seseorang berani memilih dan membela kebenaran, meskipun pilihan itu tidak selalu diterima.

Allah tidak pernah menghendaki perpecahan, tetapi Ia menghendaki hati yang berani berpihak kepada kebenaran, sekalipun harus membayar harga yang tidak ringan.

Jalan menuju keberanian itu telah disuarakan oleh Nabi Yesaya. Allah menolak ibadah yang megah, kurban yang berlimpah, dan doa yang panjang bila hati tetap dipenuhi ketidakadilan.

“Basuhlah, bersihkanlah dirimu… belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan.” Di sinilah tampak bahwa ibadah yang sejati bukan pertama-tama berlangsung di altar, melainkan di dalam hidup.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Menjadi Serupa dengan Guru Agung

Tangan yang terangkat dalam doa harus menjadi tangan yang juga mengangkat mereka yang jatuh. Bibir yang memuji Allah harus menjadi bibir yang membela kebenaran. Allah lebih berkenan pada hidup yang diubah daripada upacara yang hanya menyentuh bagian luar.

Seruan itu menemukan kepenuhannya dalam perkataan Yesus yang terdengar mengejutkan, “Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.”

Pedang yang dimaksud bukanlah senjata untuk melukai, melainkan lambang keputusan yang memisahkan kebenaran dari kepalsuan, kasih dari egoisme, dan kesetiaan kepada Allah dari segala bentuk kompromi.

Mengikuti Kristus berarti berani memilih yang benar, sekalipun pilihan itu mengundang penolakan, kesalahpahaman, bahkan kehilangan kenyamanan. Damai Kristus bukanlah damai yang lahir dari menghindari persoalan, melainkan damai yang bertumbuh karena hati tetap setia kepada Allah.

Baca juga:BUSA-H ( Butiran Sabda Allah-Harian) Tulus Tanpa Menjadi Lugu, Cerdik Tanpa Kehilangan Iman 

Dari sinilah kita memahami sabda Yesus yang lain, “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; dan barangsiapa kehilangan nyawanya demi Aku, ia akan memperolehnya kembali.”

Kehilangan nyawa bukan pertama-tama berarti kematian fisik, melainkan keberanian melepaskan ego, ambisi, kesombongan, dendam, dan segala sesuatu yang menghalangi kasih Allah bertumbuh.

Ironisnya, orang yang hanya sibuk menyelamatkan dirinya sering kehilangan makna hidup, sedangkan orang yang rela memberikan dirinya demi kasih justru menemukan hidup yang sejati.

Jalan salib selalu tampak seperti kehilangan, tetapi di tangan Kristus kehilangan berubah menjadi kepenuhan.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kasih yang Diterima Harus Menjadi Kasih yang Dibagikan

Saudari dan saudara terkasih, dunia kita membutuhkan banyak orang yang berani hidup benar daripada sekadar tampil baik. Kejujuran kadang membuat kita tidak populer, kesetiaan kadang menuntut pengorbanan, dan membela kebenaran kadang mengundang penolakan.

Namun jangan takut, karena setiap pilihan yang lahir dari kasih kepada Kristus tidak pernah sia-sia. Marilah kita memohon rahmat agar memiliki hati yang berani memilih kebenaran, hidup yang selaras dengan iman, dan kasih yang tetap setia sekalipun harus memikul salib.

Pedang Kristus bukan untuk melukai, melainkan untuk memurnikan hati, sehingga kita layak menjadi murid-murid-Nya yang menghadirkan damai sejati di tengah dunia.

Petikan BUSA-H #14/07/2026 

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Mukjizat yang Membuka Mata Batin

“Damai sejati bukan lahir karena tidak ada pertentangan, melainkan karena hati tetap setia kepada kebenaran.”

“Allah lebih menghendaki hidup yang diubah daripada ibadah yang hanya indah di permukaan.”

“Pedang Kristus tidak melukai, tetapi memisahkan hati dari segala sesuatu yang menjauhkannya dari Allah.”

“Orang yang berani kehilangan demi Kristus akan menemukan hidup yang tidak pernah dapat dirampas oleh dunia.”

Tuhan memberkati kita. #rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan