BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Angin Roh yang Mengubah Segalanya
Selasa, 14 April 2026. Hari Biasa Pekan II Paskah. Kisah Para Rasul 4:32-37; Yohanes 3:7b-15
Oleh: Rd.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara terkasih. Di tengah dunia yang semakin sekular dan serba rasional, tidak mudah bagi kita untuk percaya pada sesuatu yang tak dapat dilihat oleh indra.
Kita cenderung hanya menerima apa yang tampak, terukur, dan sesuai dengan pola pikir kita sendiri. Akibatnya, hati menjadi tertutup, dan kita pun mudah menolak hal-hal baru yang sebenarnya dapat memperkaya dan membaharui hidup kita.
Dalam bacaan pertama, kita melihat komunitas para rasul yang justru membuka diri sepenuhnya kepada Allah dalam doa. Dari doa yang tekun dan persatuan hati itu, mereka dipenuhi Roh Kudus, dan ketakutan berubah menjadi keberanian untuk bersaksi.
Inilah buah dari hati yang terbuka: Roh Kudus bekerja dengan dahsyat, mengubah yang lemah menjadi kuat, dan yang ragu menjadi penuh keyakinan. Ketika kita memberi ruang bagi Allah, tidak ada yang mustahil, sebab Roh-Nya mampu menggerakkan dan memperbarui hidup kita.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dilahirkan Kembali untuk Hidup Baru Dalam Roh
Dalam Injil, Yesus mengajak Nikodemus untuk melampaui cara berpikir lamanya dan masuk ke dalam misteri kelahiran baru dari air dan Roh. Ia memakai gambaran angin yang tak terlihat, namun nyata daya geraknya: kadang sepoi-sepoi, kadang bergemuruh, bergerak ke sana kemari tanpa bisa dikendalikan manusia.
Demikianlah Roh Kudus bekerja dalam hidup orang yang terbuka hatinya, menghadirkan perubahan yang sering tak terduga namun penuh makna. Kelahiran baru itu menuntut kita meninggalkan cara hidup yang lama dan membiarkan diri dibaharui oleh Roh, sebagaimana tampak dalam kehidupan komunitas para rasul yang bersatu dan dipenuhi kuasa-Nya.
Maka, marilah kita membuka hati, percaya meski tak melihat, dan berani hidup sebagai manusia baru yang digerakkan oleh Roh Kudus.
Petikan BUSA-H untuk kita:
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Menjadi Wajah Kerahiman di Dunia yang Retak
”Iman sejati tidak selalu melihat, tetapi selalu merasakan dan percaya akan karya Allah yang bekerja dalam diam.”
”Hati yang terbuka adalah ruang di mana Roh Kudus berkarya, mengubah ketakutan menjadi keberanian dan keraguan menjadi harapan.”
”Jangan takut meninggalkan cara hidup yang lama, sebab dalam bimbingan Roh Kudus, kita dibentuk menjadi pribadi baru yang penuh makna dan daya.”
Tuhan memberkati kita.#rd.fd@





