Kopdit Obor Mas Cabang TTS Salurkan Pinjaman Rp 54,9 Miliar

General Manajer KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Kehadiran Kopdit Obor Mas di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sejak bulan Oktober 2021 memberi banyak manfaat kepada anggotanya.

Sampai akhir bulan Oktober 2025, Kopdit Obor Mas telah mengulirkan kredit senilai Rp 54,9 miliar kepada 1.568 anggota dari keseluruhan 3.877 anggota dengan akumulasi simpanan saham dan non saham Rp 19,3 miliar.

“Kami ada di sana memberi manfaat kepada anggota kami. Mereka menyimpan dan juga meminjam,” terang General Manajer Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, dalam konferensi pers Kamis siang 13 November 2025 di kantor pusat Jalan Kesehatan Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

Ia menjelaskan saldo pinjaman yang masih beredar di tangan anggota sebesar Rp 23,5 miliar, sedangkan simpanan saham dan non saham Rp 19,3 miliar. Artinya anggota yang menyimpan uangnya dikembalikan dalam rupa pinjaman. Namun, dari saldo pinjaman yang beredar  dengan jumlah simpanan, kekurangan sekitar Rp 4 miliar lebih disuplai dari kanfor pusat untuk pelayanan kredit di sana.

Baca juga:Tuduhan Pencurian sampai Money Laundry Araksi NTT Bikin Gerah Kopdit Obor Mas  

Bahkan, di tengah penyebaran berita bohong dan sesaat oleh Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Araksi) NTT, minat masyarakat menjadi anggota terus tumbuh.

“Tadi pagi (Kamis) saya punya pengurus Midi di sana kirim pesan ke saya. Dia sampaikan kemarin (Rabu) dia memotivasi 10 calon anggota dan 10 orang ini menjadi anggota,” kata Yanto.

“Ini menandakan kepercayaan masyarakat TTS kepada Kopdit Obor Mas masih baik,” Yanto menambahkan.

Ia  mengatakan Kopdit Obor Mas memotivasi, dan mengedukasi setiap anggota untuk simpan dan pinjam. Meski tidak semua yang telah menjadi anggota harus meminjam.

Baca juga:Araksi Tebar Kabar Bohong di TTS, Kopdit Obor Mas Tempuh Upaya Hukum Pulihkan Nama Baik

Buktinya dari 3.877 anggota di Kantor Cabang TTS, hanya 1.568 anggota yang meminjam. Bergabung menjadi anggota Kopdit Obor Mas, kata Yanto, bukan hanya bisa mendapatkan pelayanan simpanan, pinjaman, tetapi juga pemberdayaan, dan menjalin solidaritas sesama anggota.

Peraih predikat ‘Best Leadership In Cooperative Digital Transformation dari Metro TV‘ pada bulan September 2025 menggarisbawahi koperasi sebagai gerakan ekonomi yang memanusiakan manusia.

Koperasi, tegas Yanto adalah perkumpulan otonom dari orang-orang. Bukan perkumpulan modal. Semua anggota bisa meminjam, tetapi apakah dia layak mendapat pinjaman? Semua itu tergantung hasil analisa kredit.

“Kita (koperasi kredit) tidak bicara tentang rupiah atau uangnya, tapi kita motiviasi anggota bergabung menjadi anggota  maka tingkat kehidupanya akan lebih baik,” tegas Yanto.

Baca juga:Suroto Nyalakan Semangat Kopdit Obor Mas Hadapi Ancaman Ideologi Matikan Koperasi Kredit

Yanto menuturkan banyak pengalaman ditemukan staf manajemen di lapangan. Ada orang yang baru masuk anggota dengan memotong jalur, seharusnya ikut sosialisasi, motivasi dan memahami penjelasan segala hal menyangkut koperasi dan Kopdit Obor Mas.

Di Soe, kata Yanto. ada yang baru daftar menjadi anggota menyetor Rp 490 ribu. Uang tersebut meliputi simpanan pokok Rp 100,000, simpanan wajib Rp 50.000, iuran pembangunan kantor Rp 100.000, asuransi kesehatan, dana duka, dana pendidikan dan kewajiban lainnya.

“Sahamnya Rp 197 ribu lalu ajukan pinjaman Rp 300 juta.  Staf lakukan survey, analisa kelayakan, riwayat pinjaman di bank dan Kopdit lain.Kita cek di SLIK OJK, ternyata pinjamanya macet,” Yanto membeberkan.

Simpanan Sumber Utama 

Baca juga:Kopdit Obor Mas, Salah Satu Penopang Utama Puskopdit Swadaya Utama Maumere

Yanto menjelaskan, semua anggota Kopdit yang hendak meminjam terlebih dahulu harus menabung dalam simpanan saham. Modal utama melayani pinjaman kepada setiap anggota bersumber dari simpanan anggota.

Ketika meminjam, sahamnya harus mencapai 20 persen. Dia mencontohkan anggota meminjam Rp 10 juta, maka simpanan saham harus mencapai Rp 2 juta.

“Di dalam pinjaman Rp 10 juta, terdiri dari Rp 8 juta uang milik anggota yang lain. Harus tabung dulu selama tiga bulan baru ajukan pinjaman. Karena sumber modal utama dari simpanan anggota,” tegas Yanto.

Hal ini selaras ideologi koperasi.  Aku susah engkau bantu, engkau susah aku bantu.  Artinya orang (anggota) lain bantu kau, tapi kau juga harus lihat ini swadaya. Semua koperasi terapkan ketentuan yang sama hanya berbeda besarnya.

Baca juga:Hari ini 53 Tahun Lalu Kopdit Obor Mas, dari 98 Anggota dan Simpanan Rp 105.500

“Dimulai dengan pendidikan, berkembang dengan pendidikan dan dikontrol dengan pendidikan. Koperasi kredit berpedoman lima pilar yakni swadaya, pendidikan, solidaritas, inovasi dan persatuan dalam kebersamaan.”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan