Kamis, 5 Februari 2026. Peringatan Wajib St. Agata, Perawan dan Martir. 1 Raja-Raja 2:1-4,10-12; Markus 6:7-13.
Oleh: Rd.Fidelis Dua
Saudara dan saudari terkasih.Hidup kita adalah sebuah perjalanan yang suatu saat akan berakhir, tetapi kesetiaan kepada Tuhan meninggalkan jejak yang abadi. Raja Daud menyadari hal ini ketika ia berkata bahwa dirinya akan mengakhiri perjalanan yang fana dan karena itu ia mengajak untuk menguatkan hati dan berlaku setia kepada Tuhan.
Seruan ini bergema kuat dalam realitas hidup kita sekarang ini, ketika dunia sering mendorong kita untuk mencari kenyamanan dan keamanan, sementara Tuhan justru memanggil kita untuk setia, berani, dan teguh dalam hidup. Kesetiaan bukan soal umur panjang, melainkan soal hidup yang dijalani dengan hati yang lurus di hadapan Allah.
Dalam bacaan pertama, Daud tidak mewariskan harta atau kekuasaan kepada Salomo, melainkan hidup dan tanggung jawab rohani. Ia menekankan pentingnya hidup menurut jalan Tuhan dan memegang perintah-Nya dengan setia.
Di sini kita belajar bahwa iman sejati selalu diwariskan melalui teladan hidup. Dalam keluarga, dalam pelayanan, dan dalam pekerjaan, kita sering dihadapkan pada pilihan untuk setia atau mencari jalan mudah. Sabda Tuhan mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati lahir dari ketaatan, bukan dari posisi atau pengaruh.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Pertobatan Daud dan Penolakan Nazaret
Injil hari ini menunjukkan bagaimana Yesus mengutus para murid berdua-dua dengan tangan yang hampir kosong tetapi dengan hati yang penuh kepercayaan. Mereka tidak dibekali bekal berlebih, melainkan diutus dengan iman dan kuasa dari Tuhan.
Ini adalah pelajaran penting bahwa pewartaan Kerajaan Allah tidak bertumpu pada fasilitas, melainkan pada ketulusan dan keberanian.
Dalam hidup sehari-hari, kita pun sering diutus Tuhan untuk menjadi saksi di tengah keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat, bukan dengan kehebatan diri, tetapi dengan kesederhanaan dan kepercayaan penuh kepada penyertaan Allah.
Teladan Santa Agata Perawan dan Martir menjadi jembatan hidup antara pesan bacaan pertama dan Injil. Santa Agata hidup setia sampai akhir, kuat dalam iman, dan berani memberi kesaksian meskipun harus menanggung penderitaan.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Air Mata Daud, Sentuhan Iman, dan Hidup yang Dipulihkan
Ia diutus dengan kemurnian hati dan keberanian iman. Dalam dirinya kita melihat seorang murid Kristus yang benar-benar hidup menurut jalan Tuhan dan tidak membawa apa pun selain cinta kepada Kristus. Hidupnya menegaskan bahwa kesetiaan kepada Tuhan sering menuntut pengorbanan, tetapi justru di sanalah kemuliaan Allah dinyatakan.
Saudara dan saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini meneguhkan kita untuk hidup setia sampai akhir, berani diutus ke mana pun Tuhan menghendaki, dan percaya bahwa Dia sendiri yang akan mencukupkan kita.Semoga teladan Santa Agata menyalakan keberanian dalam diri kita untuk hidup murni, setia, dan teguh dalam iman.
Marilah kita melangkah dengan hati yang kuat, hidup menurut jalan Tuhan, dan menjadi saksi kasih-Nya di dunia, hari ini dan setiap hari.
Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Tuhan yang Dipersembahkanke Bait Hidup Kita
”Kesetiaan kepada Tuhan tidak selalu membuat hidup mudah, tetapi selalu membuat hidup bermakna.”
”Orang yang berjalan setia di jalan Tuhan mungkin kehilangan banyak hal atau terasa kosong, tetapi tidak pernah kehilangan arah.”
Tuhan memberkati kita.





