Kepsek SMPN Nuba Arat Ditarik ke Dinas PKO Sikka Pasca Guru Mogok dan Ruangan Disegel
MAUMERE,dewadet.com-Pasca mogok mengajar belasan guru dan penyegelan ruangan Kepala SMPN Nuba Arat di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis pagi 16 April 2026 Kepala Sekolah (Kepsek), Bergita Tati De Rosari akhrinya ditarik beraktivitas di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PKO) Sikka.
Manajemen sekolah milik pemerintah dijalankan oleh pelaksana harian (Plh) kepala sekolah dijabat Wakil Kepala Sekolah, Ibu Editas, sambil menunggu rekrutmen kepala sekolah yang baru.
“Keputusannya tegas. Mulai hari ini, kepala sekolah ditarik ke Dinas PKO Sikka beraktivitas di sana, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap kondusif,” kata Patris Frederico, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PKO Sikka, dihubungi wartawan Kamis siang.
Penempatan Plh, kata Patris agar tidak mengganggu siswa kelas XI yang sementara ini mengikuti test kompetensi akhir dan ujian akhir sekolah yang harus ditangani oleh jabatan kepala sekolah definitif.
Baca juga:Guru SMPN Nuba Arat Mogok Mengajar dan Segel Ruang Kepala Sekolah
“Setiap dua minggu sekali, kami akan evaluasi tugas Plh kepala sekolah,” tegas Patris.
Patris datang ke sekolah beberapa saat aksi para guru mengatakan melakukan pertemuan dengan para guru, kepala sekolah, pengawas, dan ada juga orangtua murid. Sebelum dilakukan pertemuan, ruangan kepala sekolah yang disegel dibuka oleh para guru.
Semua elemen yang hadir, kata Patris menyampaikan pendapat mengenai kemelut di sekolah itu.
Mogok para guru diikuti para pelajar, katar Patris, merupakan akumulasi masalah manajemen sekolah itu. Kepala sekolah, kata Patris sudah mulai membenahi sekolah itu, meski tidak semua semua guru menerima terobosan yang dilakukannya.
Baca juga:Guru di Sikka Turun Pesawat dari Kupang, Pulang ke Rumah Gantung Diri
Patris tak memungkiri bahwa mogok mengajar para guru dan penyegelan ruangan kepala sekolah itu masih kaitanya kasus kematian bunuh diri yang menimpa salah satu guru di sekolah tersebut. Banyak pihak menyelesalkan tidak terlibatnya sekolah dalam urusan duka dan prosesi pemakaman.
“Kami akui ini salah. Kesalahan itu, kami tarik ke dinas. Kami tidak cepat merespon,”katanya.
Namun aksi mogok guru hingga melibatkan para pelajar membentangkan spanduk malah dikritik. Wartawan juga menerima curhatan sebagai berikut: KBM itu keharusan tetapi yang ingin dipertanyakan atas dasar apa anak-anak juga dilibatkan bahkan sampai harus terekspos ke media bahkan ada foto muka jelas itu.
Mohonklarifikasi dari pihak guru, kenapa kalian punya kepentingan harus libatkan anak anak. Kenapa tidak diambil gambar kalian para guru saja biar diekspos ke media to. Kalau memang tidak ada kepuasan kalian terhadap kebijakan yang dibuat.
Diberitakan sebelumnya para guru SMP Negeri Nuba Arat di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT melakukan mogok mengajar dan menyegel ruang kerja kepala sekolah pada Kamis (16/4/2026) pagi.
Baca juga:Foto Prewedding dan Rencana Nikah Bulan Juni 2026, Pengantin Pria Gantung Diri
Protes para guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah, Bergita Tati de Rosari, berdampak terhentinya kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk kelas VII dan VIII. Sementara pelajar kelas IX yang sedang mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjalani ujian.*
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





