Gubernur Jangan Sia-Siakan Aset Kopdit Rp 10 Triliun dan 1,2 Juta Anggota Bangun NTT
ENDE,dewadet.com-Lima Pusat Koperasi Kredit (Kopdit) tersebar di Provinsi NTT memayungi sebanyak 1,2 juta anggota dan aset Rp 10 triliun lebih harus menjadi lokomotif perubahan dan pembangunan di NTT, apalagi bakal hadirnya Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) akan lebih besar lagi.
“Pak Gubernur NTT, jangan sia-siakan aset dan anggota yang begini besar harus menjadi kekuatan membangun NTT,” kata Ketua Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Heny Doing ketika menyampaikan sambutan pembukaan RAT tahun buku 2024 Kopdit Obor Mas, Sabtu 24 Mei 2025 di Aula Kantor Kopdit Obor Mas Cabang Utama Ende.
Pembukaan RAT 2024 bersamaan peresmian gedung kantor baru dilakukan oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dan Sekretaris Menteri Koperasi, Ahmad Zabadi dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Ende, Yosef Badeoda, dan Dominggus Mere, anggota pengurus, dan pengawas, Ketua Dewan Penasehat, Yosef Ansar Rera, General Manajer (GM) Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, Ketua dan GM Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Puskopdut Flores Mandiri Ende, peserta RAT utusan dari 32 cabang utama, cabang dan cabang pembantu dan undangan.
Menjadi pertanyaan kata Heny Doing, kenapa ada aset Rp 10 triliun, tetapi manusia NTT masih terkategori miskin? Menurutnya, kemiskinan yang terjadi ditengah aset Rp 10 triliun karena literasi keuangan yang rendah. Seharusnya, kata Heny Doing, aset itu bisa digunakan membangun manusia NTT.
Baca Juga: Ketua Dewan Penasehat Kopdit Obor Mas: Kinerja dan Hasil 2024 Diakui Sekmenkop
“Kenapa ada uang Rp 10 triliun tapi masih miskin. Itu karena literasi keuangan yang sangat rendah. Kita berhasil membangun Kopdit, kalau kita juga berhasil membangun manusia yang utuh,” tegas Heny Doing.
Heny Doing tak lupa mengenalkan diri sebagai putra pendiri Kopdit Obor Mas dan Ketua pertama kepada kepada Gubernur NTT, Sekretaris Menteri Koperasi, undangan dan peserta RAT. Menurutnya, uang saja tidak cukup membangun manusia, karena manusia mmbutuhkan dimensi yang lain.
Manusia membutuhkan dimensi psikologis, spiritualitas, dan dimensi sosial agar tidak menjadi manusia yang egois. Sebab itu, pertumbuhan Kopdit tidak hanya dihitung secara angka-angka, tetapi tumbuh dalam kualitas manusia.
Puskopdit Swadaya Utama Maumere dikatakan Heny Doing menaruh hormat dan bangga atas kiprah dan capaian Kopdit Obor Mas selama 53 tahun.
Baca Juga: 11 Pencapaian Kopdit Obor Mas Selama 2024, Aset Rp 1,4 Triliun dan Anggota 158 Ribu
Puskopdit Swadaya Utama Maumere membawahi 34 primer dari Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata membukukan total aset Rp 4,5 triliun dan 600 anggota. Diantarnya anggota 158 ribu lebih dan aset Rp 1,4 triliun berasal dari Kopdit Obor Mas.
“Harapan ke depan kita tidak hanya fokus pada angka-angka. Kopdit semakin besar, kita harus konsen pada manusianya. Manusia yang punya jati diri yang kuat. Karena Kopdit berbeda dengan lembaga keuangan lainnya,” tegas Heny Doing. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





