Jumat, 15 Agustus 2025. Hari Biasa Pekan XIX. Kitab Yosua 24:1-13; Matius 19:3-12.
Oleh: RD.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara yang terkasih. Ada sebuah ungkapan bijak yang menarik: “Manusia yang tidak mengenal asal-usulnya tidak akan mengetahui tujuan hidupnya.”
Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa kesadaran akan akar dan perjalanan hidup memberi arah dan makna bagi setiap langkah kita. Paus Fransiskus pun menegaskan, bahwa hidup beriman berarti menelusuri jejak Tuhan dalam setiap peristiwa, mengenali tangan-Nya yang menuntun kita, sekalipun jalan itu penuh tantangan.
Peringatan ini sangat relevan dengan Sabda Tuhan hari ini yang menuntun kita untuk merenungkan kesetiaan, pengakuan terhadap karya Tuhan, dan panggilan untuk hidup sesuai kehendak-Nya.
Dalam bacaan pertama, Yosua mengingatkan bangsa Israel akan perjalanan panjang mereka: dipilih dari Mesopotamia, dibebaskan dari perbudakan di Mesir, dan dituntun masuk ke Tanah Perjanjian.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Melangkah dengan Iman, Mengampuni dengan Hati
Semua pencapaian dan keberhasilan ini bukan hasil semata usaha manusia, tetapi buah penyertaan dan bimbingan Allah. Maka sikap yang tepat menanggapi Sabda Tuhan adalah bersyukur, mengenang asal-usul, dan hidup setia kepada-Nya, sebab hanya dengan menapaki jalan-Nya kita menemukan jaminan serta tujuan sejati dalam hidup.
Bacaan Injil menghadirkan pengajaran Yesus tentang pernikahan dan kesetiaan: meskipun Musa mengizinkan perceraian karena kekerasan hati manusia, rencana Allah semula adalah kesatuan, kesetiaan, dan keutuhan dalam hidup berkeluarga.
Yesus mengingatkan kita bahwa hukum Allah menuntun kita untuk setia dan taat pada panggilan asli-Nya, serta menumbuhkan kasih yang tulus dan bertanggung jawab dalam hubungan dengan sesama.
Pada masa kini, ajaran Yesus hari ini sangat dibutuhkan dalam setiap relasi, dalam kehidupan keluarga, persahabatan, maupun komunitas, yakni untuk berkomitmen, menghormati janji, dan hidup dengan integritas.
Baca juga: BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Melangkah dengan Iman dan Kebersamaan
Saudari dan saudara yang terkasih. Setiap langkah kita, baik dalam pekerjaan, belajar, maupun hubungan dengan orang lain, harus berakar pada kesadaran akan penyertaan Tuhan. Setiap keputusan yang kita ambil, setiap komitmen yang dijalankan, harus selalu mencerminkan iman kita dan menghormati kehendak Allah yang mendalam.
Marilah kita meneguhkan hati untuk bersyukur atas perjalanan hidup yang telah Tuhan tuntun, menghargai asal-usul kita, dan menjalani panggilan hidup dengan setia. Jadikanlah kesetiaan dalam cinta, keluarga, dan komunitas sebagai wujud nyata pengabdian kita kepada Tuhan. Dengan menapaki jalan-Nya dengan iman, keberanian, dan ketulusan, kita akan menemukan damai dan sukacita yang sejati, serta menjadi saksi kasih Allah bagi sesama.
Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:
“Mengenali asal-usul hidup kita adalah kunci untuk menemukan tujuan sejati; hanya dengan menapaki jalan Tuhan kita mampu berjalan dalam iman, keberanian, dan ketulusan.”
“Kesetiaan dalam cinta, keluarga, dan komunitas adalah cermin iman kita yang menghormati penyertaan Tuhan, sehingga setiap langkah menjadi saksi kasih-Nya bagi dunia.”
Tuhan memberkati kita.






