BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jadilah Injil yang Hidup: Berakar dalam Kebenaran, Siap Diutus
Sabtu, 25 April 2026. Pesta St. Markus, Penulis Injil. Surat Pertama Rasul Petrus 5:5b-14; Markus 16:15-20.
Oleh: Rd.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara terkasih, dalam kehidupan yang semakin riuh dan bising oleh deru informasi, tidak semua yang kita dengar membawa kebenaran dan kehidupan. Hati kita pun kerap bertanya: ke mana harus melangkah agar tidak tersesat dalam kebisingan ini? Atau di tengah arus yang membingungkan itu, kita pun bertanya: di manakah kebenaran yang sejati dapat kita temukan?
Santo Markus menghadirkan jawabannya melalui Injilnya dengan sebuah kesaksian yang jujur dan lugas tentang Yesus, Anak Allah, yang berkarya melalui iman dan pengorbanan demi keselamatan manusia.
Dalam bacaan pertama, Rasul Petrus mengajak kita untuk merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat, serta berjaga-jaga dan tetap teguh dalam iman. Ia mengingatkan bahwa hidup beriman tidak pernah lepas dari tantangan, namun kita tidak pernah berjalan sendirian.
Kasih Allah senantiasa menyertai, menguatkan, dan meneguhkan kita dalam setiap pergumulan hidup. Karena itu, kita dipanggil untuk hidup dalam kerendahan hati, saling menopang satu sama lain, dan percaya bahwa rahmat Tuhan selalu cukup untuk menuntun langkah kita.
Sementara itu, Santo Markus menampilkan Yesus yang mengutus para murid untuk pergi dan mewartakan Injil ke seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa tanda-tanda akan menyertai mereka yang percaya, bukan sebagai tontonan, melainkan sebagai buah dari iman yang hidup dalam kebenaran ilahi.
Kebenaran inilah yang menumbuhkan keberanian untuk bersaksi, mewujud dalam tindakan kasih, dan setia dijalani dalam kehidupan sehari-hari. Maka, menjadi murid Kristus berarti tidak hanya percaya dalam hati, tetapi juga siap diutus untuk menghadirkan kasih-Nya di tengah kehidupan bersama.
Karena itu, saudari dan saudara terkasih, di tengah dunia yang riuh dan mudah menyesatkan, jangan biarkan hati kita kehilangan arah. Marilah kita merendahkan diri di hadapan Tuhan, berpegang teguh pada iman, dan percaya bahwa kasih-Nya tidak pernah meninggalkan kita.
Jangan hanya menjadi pendengar Sabda, tetapi jadilah saksi yang hidup yang berani melangkah, mewartakan, dan menghadirkan kasih Kristus dalam setiap tindakan nyata.
Sebab ketika kita sungguh hidup dalam kebenaran dan setia diutus oleh-Nya, hidup kita sendiri akan menjadi Injil yang terbaca, menjadi terang di tengah kegelapan, dan menjadi jalan yang menuntun banyak orang kepada keselamatan.
Petikan BUSA-H untuk kita:
”Hanya hati yang berakar pada Tuhan yang mampu mengenali kebenaran dan melangkah tanpa tersesat.”
”Iman yang sejati tidak berhenti pada percaya, tetapi berani melangkah, bersaksi, dan menghadirkan kasih dalam setiap tindakan nyata.”
”Hidup yang berakar dalam kebenaran dan setia pada panggilan-Nya akan bersinar, bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk menuntun banyak orang percaya kepada Tuhan.”
Tuhan memberkati kita.#rd.fd@
Editor: Eginius Moa





