Senin, 04 Mei 2026. Hari Biasa Pekan V Paskah. Kisah Para Rasul 14:5-18; Yohanes 14:21-26

Oleh: Rd.Fidelis Dua

“SEPERTI padi yang semakin berisi, semakin merunduk.” Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa semakin dalam iman seseorang, semakin rendah hati pula hidupnya di hadapan Allah dan sesama. Orang yang sungguh dipenuhi Roh Kudus tidak sibuk mencari pengakuan diri, tetapi membiarkan hidupnya menjadi jalan bagi karya Tuhan.

Dalam terang iman itu, kita diajak untuk melihat hidup bukan sekadar sebagai perjuangan menghadapi tekanan, penolakan, dan salah paham, melainkan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam kerendahan hati, mendengarkan dorongan Roh Kudus, dan mengarahkan segala sesuatu kepada kemuliaan Allah.

Dalam bacaan pertama, Paulus dan Barnabas menunjukkan iman yang teguh. Sekalipun menghadapi ancaman, penolakan, dan bahaya, mereka tetap setia mewartakan Injil. Ketika Paulus melihat seorang lumpuh yang memiliki iman untuk disembuhkan, ia berkata, “Bangunlah, berdirilah!” Orang itu pun bangkit dan berjalan.

Namun, mukjizat itu bukan berasal dari kuasa Paulus, melainkan dari Allah yang bekerja melalui dirinya. Karena itu, ketika orang banyak hendak menyembah mereka sebagai dewa, Paulus dan Barnabas menolaknya dengan rendah hati.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Di Tengah Banyak Peta Hidup, Hanya ‘Yesus  Map’ yang Menuntun Arah

Di sinilah tampak pesan penting bagi kita bahwa orang yang hidup dalam Roh Kudus tidak mencari pujian, tetapi selalu mengarahkan segala kemuliaan kepada Allah yang hidup.

Dalam bacaan Injil, Yesus menegaskan bahwa kasih kepada-Nya harus diwujudkan dalam ketaatan: “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.” Kasih kepada Tuhan tidak cukup diungkapkan dengan kata-kata atau kekaguman, tetapi harus tampak dalam hidup yang setia pada kehendak-Nya.

Yesus juga menjanjikan bahwa siapa yang mengasihi-Nya akan dikasihi oleh Bapa, dan Allah akan tinggal di dalam dirinya. Selain itu, Roh Kudus, Sang Penghibur, akan mengajar dan mengingatkan kita akan sabda-Nya. Dengan demikian, kita tidak pernah berjalan sendirian, sebab Allah sendiri hadir untuk membimbing, menguatkan, dan menuntun hidup kita.

Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini menegaskan bahwa iman yang matang selalu melahirkan kerendahan hati. Semakin kita dipenuhi kasih Allah, semakin kita tidak mencari pujian bagi diri sendiri, melainkan membiarkan Tuhan dimuliakan melalui hidup kita.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Mengenal Kristus, Menghidupi Kesaksian

Sebab iman yang sejati tampak dalam hati yang taat, hidup yang merunduk, dan tindakan yang menghadirkan Allah bagi sesama. Semoga setiap langkah kita hari ini menjadi kesaksian bahwa semakin berisi hidup kita oleh Roh Kudus, semakin rendah hati pula kita berjalan di hadapan Tuhan.

Petikan BUSA-H untuk kita:

”Ketika iman memenuhi hati, manusia tidak lagi berdiri untuk meninggikan dirinya, tetapi merunduk agar hanya Tuhan yang tampak dalam hidupnya.”

”Roh Kudus bekerja paling indah dalam jiwa yang hening, rendah hati, dan rela menjadi jalan kecil bagi kemuliaan Allah.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kristus, Jawaban Hati yang Gelisah

”Kasih yang sejati tidak banyak menuntut pengakuan; ia berjalan dalam ketaatan, berbuah dalam kerendahan hati, dan memantulkan wajah Tuhan kepada dunia.”

Tuhan memberkati kita. #rd.fd@

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan