BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Menjadi Murid Kristus dengan Rencana yang Matang dan Setia Sampai Akhir
Rabu, 04 November 2026. Peringatan Wajib St. Karolus Borromeus, Uskup. Filipi 2:12-18; Lukas 14:25-33
OLEH: RD. Fidelis Dua
SAUDARI-saudara terkasih, Santo Karolus Borromeus pernah mengingatkan, “ Jiwa-jiwa dipercayakan kepadamu, dan engkau harus mempertanggungjawabkannya.” Perkataan ini menyadarkan kita bahwa hidup beriman merupakan tanggung jawab yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh.
Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus menegaskan bahwa Allah sendirilah yang menggerakkan kemauan dan tindakan kita menurut kehendak-Nya. Karena itu, Paulus mengajak umat melakukan segala sesuatu tanpa bersungut-sungut dan berbantah-bantahan agar hidup mereka bercahaya di tengah dunia yang kehilangan arah.
Nasihat Rasul Paulus ini menyentuh kebiasaan manusia dewasa ini yang mudah mengeluh, gemar memperdebatkan hal kecil, dan cepat menyerah saat menghadapi kesulitan.
Padahal, kesetiaan kepada Tuhan dapat dibuktikan melalui tanggung jawab kecil yang kita jalankan dengan sepenuh hati, tanpa keluhan dan tuntutan untuk dihargai, seperti tetap setia menjalankan tugas pelayanan meskipun melelahkan, merawat orang sakit dengan penuh kesabaran, membantu mereka yang kesulitan tanpa mengharapkan balasan, dan menyelesaikan setiap tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada kita.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Berhenti Membenarkan Diri, Mulailah Membenahi Hati
Kesetiaan itu mendapat penegasan dalam Injil hari ini. Yesus mengajak orang banyak menghitung biaya sebelum membangun menara. Seorang pembangun perlu memastikan bahwa ia memiliki bekal untuk menyelesaikan bangunannya.
Melalui perumpamaan ini, Yesus mengingatkan bahwa menjadi murid-Nya membutuhkan keputusan yang matang, kesiapan memikul salib, dan kerelaan melepaskan segala sesuatu yang menghalangi kesetiaan kepada-Nya. Iman membutuhkan ketekunan sepanjang perjalanan hidup.
Kita dapat memulainya dengan membangun kebiasaan berdoa secara teratur, setia mengikuti Ekaristi, menepati janji pelayanan, dan tetap berpegang pada kebenaran meskipun harus menghadapi penolakan. Betapa banyak orang bersemangat memulai perjalanan rohani, lalu kehilangan arah karena tidak menyediakan waktu, keteguhan hati, dan pengorbanan untuk menjalaninya sampai akhir.
Yesus mengundang kita memeriksa kesungguhan hati agar setiap langkah yang telah dimulai dalam iman terus bertumbuh menuju kepenuhan hidup bersama-Nya.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Teladan Kekudusan Bertumbuh dalam Kesetiaan Sehari-Hari
Saudari-saudara terkasih, Santo Karolus Borromeus memperlihatkan kesetiaan itu melalui hidupnya. Sebagai Uskup Agung Milan, ia membenahi pendidikan calon imam, memperbarui kehidupan Gereja, dan hadir melayani orang-orang yang menderita selama wabah penyakit melanda kotanya.
Ia memahami bahwa tanggung jawabrohani menuntut keberanian untuk hadir, berkorban, dan bertahan dalam kesulitan. Teladannya mengajak kita memeriksa kesetiaan sendiri.
Apakah kita tetap tekun berdoa saat hati terasa kering? Apakah kita bersedia menyelesaikan pelayanan yang telah dipercayakan? Apakah kita masih memiliki ketekunan untuk mendampingi orang sakit yang kesepian dan membutuhkan penghiburan?
Tuhan telah menanamkan kemauan baik dalam hati kita, dan kini Ia mengundang kita mewujudkannya melalui langkah nyata yang penuh ketekunan. Maka, peliharalah iman dengan doa, kuatkanlah tekad melalui pengorbanan, dan selesaikanlah tanggung jawab hidup dengan setia.
Baca jiga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Hidup Bagi Kristus, Bertumbuh dalam Kerendahan Hati
Dengan demikian, kita bertumbuh menjadi murid Kristus yang rela melepaskan keterikatan pada segala milik, menempatkan Tuhan di atas segalanya, dan mengikuti-Nya dengan setia sampai akhir.
Petikan BUSA-H #04/11/2026
“Kesetiaan kepada Tuhan tampak dalam tanggung jawab kecil yang kita jalankan dengan tulus dan pengorbanan yang kita dermakan dengan tuntas.”
“Iman yang sungguh mengakar dalam hati memberi kita kekuatan untuk terus melangkah, memikul salib, dan menyelesaikan setiap tanggung jawab sampai akhir.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Yesus Melihat Penderitaan, Manusia Sibuk Melihat Pelanggaran
“Kasih yang sejati menggerakkan kaki untuk mendekati mereka yang menderita, menguatkan tangan untuk melayani, dan meneguhkan hati untuk tetap setia di tengah kesulitan.”
“Menjadi murid Kristus membutuhkan perencanaan yang matang, hati yang siap berkorban, dan kesetiaan untuk menuntaskan perjalanan hidup sampai akhir.”
Tuhan memberkati kita#rd.fd@





