Selasa, 7 Oktober 2025. Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosario
Nubuat Yunus 3:1-10; Lukas 10:38-42.
Oleh: Rd.Fidelis Dua.
SAUDARA-saudari terkasih dalam Kristus. Sebagaimana dikatakan oleh Santo Yohanes Paulus II, “Rosario selalu dan akan selalu menjadi doa keluarga dan doa untuk keluarga.”
Dahulu, doa rosario adalah napas iman dalam rumah-rumah kita: doa yang menyatukan ayah, ibu, dan anak-anak dalam lingkaran kasih Allah. Dalam doa yang sederhana itu, keluarga belajar saling memandang dengan kasih, saling mengampuni, saling menopang, dan memperbaharui janji kasih dalam terang Roh Kudus.
Kini, ketika dunia semakin bising oleh teknologi dan kesibukan, kita diajak untuk kembali ke sumber keheningan: berdoa bersama dalam keluarga, karena keluarga yang berdoa bersama, akan tetap tinggal bersama.
Sabda Tuhan hari ini menggemakan makna doa yang sejati: doa yang mengubah hati. Dalam kitab Yunus, Allah mengutus Yunus ke Niniwe untuk menyerukan pertobatan. Niniwe bukan kota saleh, melainkan sarang dosa.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Jangan Lari dari Tuhan, Temuilah Dia dalam Sesama
Namun ketika mereka mendengarkan sabda Tuhan, mereka bertobat dari raja sampai rakyat jelata. Dan apa yang terjadi? “Tuhan menaruh belas kasih.” Inilah kekuatan doa dan pertobatan: ia mengubah hati manusia, sekaligus menggerakkan hati Allah.
Doa bukan sekadar kata, melainkan kesediaan untuk berbalik arah. Rosario pun demikian: ia bukan mantra pengulangan, melainkan perjalanan iman menuju pembaruan hati, langkah demi langkah bersama Maria, yang senantiasa membawa kita mendekat kepada Yesus.
Injil hari ini melanjutkan pesan itu lewat kisah Marta dan Maria. Marta sibuk melayani, Maria duduk diam di kaki Yesus dan mendengarkan. Yesus tidak menolak pelayanan Marta, tetapi mengingatkan bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik, yakni keheningan di hadapan Tuhan.
Dalam dunia yang sibuk dan tergesa, kita sering menjadi seperti Marta: melayani, bekerja, berlari tanpa jeda. Namun tanpa keheningan, pelayanan kehilangan arah; tanpa doa, kasih kehilangan kedalaman.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Iman yang Bertumbuh di Tengah Ketidakpastian
Rosario menjadi cara Maria mengajar kita untuk duduk sejenak di hadapan Tuhan, menatap wajah-Nya, dan membiarkan damai-Nya menuntun langkah.
Saudara-saudari terkasih, Rosario bukan sekadar doa tradisi, tetapi doa misi, doa yang mengubah hati dan menghidupkan kasih. Dalam setiap butirnya, kita diajak merenungkan karya keselamatan, menatap Yesus melalui mata Maria, dan belajar melihat hidup dengan hati yang tenang.
Dalam zaman yang penuh kecemasan ini, doa rosario adalah tali yang menjaga keluarga tetap utuh, tetap hangat, tetap kuat dalam badai.
Petikan Butiran Sabda Hari Ini:
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Celaka Bagi yang Mendengar Tanpa Mendengarkan
“Doa tidak selalu mengubah keadaan, tetapi selalu mengubah hati.”
“Rosario adalah perjalanan sunyi menuju damai, tempat keluarga belajar mencintai dalam terang Allah.”
Tuhan memberkati kita.
Editor: Eugenius Moa






