BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Tak Seorang Pun Hilang dari Kerinduan Hati Allah

Perumpamaan tentang Yesus menemukan kembali domba yang hilamg.

Kamis, 05 November 2026. Hari Biasa Pekan XXXI. Filipi 3:3-8a; Lukas 15:1-10

OLEH: RD.Fidelis Dua

SAUDARI-saudara terkasih, ada sebuah film berjudul Not One Less yang mengisahkan perjuangan seorang guru muda yang rela menempuh perjalanan jauh, menghadapi berbagai kesulitan, dan mencari seorang murid yang meninggalkan sekolah, karena baginya setiap anak begitu berharga dan tak seorang pun boleh hilang.

Kisah yang menyentuh ini mengantar kita pada pengalaman pertobatan Rasul Paulus dalam bacaan pertama. Setelah mengenal Kristus, Paulus mengalami perubahan besar dalam cara memandang hidupnya. Kedudukan, kehormatan, dan kebanggaan lahiriah yang dahulu menjadi sandaran hidupnya kini ia lepaskan demi memperoleh Kristus, yang diakuinya sebagai harta paling mulia dan satu-satunya kebanggaan rohani yang paling agung.

Pengalaman Paulus mengajak kita bertanya dengan jujur kepada diri sendiri. Apa yang selama ini paling menguasai hati kita dan menjadi sumber kebanggaan hidup kita? Apakah keinginan untuk dihormati, kesombongan atas keberhasilan, kesenangan yang sulit ditinggalkan, atau kebiasaan berdosa yang terus membelenggu?

Betapa kuatnya kita mempertahankan sesuatu yang terasa begitu nikmat dan menyenangkan, hingga tanpa sadar membiarkannya menjerumuskan hidup kita. Pada titik inilah kita membutuhkan sebuah titik balik, yakni pertobatan. Pertobatan dimulai dari keberanian menata kembali arah hidup dan menempatkan Kristus sebagai harta paling berharga dalam hati serta kebanggaan terbesar dalam hidup kita.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Menjadi Murid Kristus dengan Rencana yang Matang dan Setia Sampai Akhir

Pertobatan yang dimulai dari keberanian manusia untuk kembali kepada Kristus sesungguhnya merupakan jawaban atas kasih Allah yang tak pernah berhenti mencari dan merindukan kepulangan setiap anak-Nya. Kebenaran yang mengharukan ini terungkap dalam Injil hari ini.

Yesus menceritakan seorang gembala yang mencari seekor domba yang hilang dan seorang perempuan yang bersungguh-sungguh mencari sekeping uang dirhamnya. Keduanya mencari dengan tekun sampai menemukan apa yang hilang, lalu mengundang orang lain bersukacita.

Melalui dua perumpamaan ini, Yesus memperlihatkan bahwa setiap manusia sangat berharga di mata Allah dan surga bersukacita atas seorang berdosa yang bertobat. Kenyataan ini menyentuh kehidupan rohani kita. Ada umat yang sudah bertahun-tahun menjauh dari Sakramen Tobat, membiarkan dosa membebani hati, bahkan mulai merasa bahwa pengakuan dosa tidak lagi diperlukan.

Ada pula yang takut datang karena malu mengungkapkan kesalahannya di hadapan imam. Tuhan tetap mencari setiap jiwa yang tersesat dan membuka jalan pulang melalui pertobatan yang tulus serta rahmat Sakramen Rekonsiliasi. Betapa indahnya menyadari bahwa satu langkah kecil menuju ruang pengakuan dosa dapat menjadi awal pemulihan hubungan yang telah lama terluka oleh dosa.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Berhenti Membenarkan Diri, Mulailah Membenahi Hati

Saudari-saudara terkasih, hari ini Tuhan memanggil kita untuk kembali kepada-Nya dengan hati yang jujur. Marilah memeriksa hati, mengakui dosa yang selama ini tersembunyi, dan mengambil keputusan nyata untuk memperbaiki hidup. Mungkin kita sudah lama meninggalkan Sakramen Tobat.

Inilah saat yang baik untuk mulai mencari kesempatan menerima rahmat-Nya melalui pengakuan dosa yang tulus. Mungkin ada di antara kita yang merasa sudah jauh dari Tuhan. Ingatlah bahwa pintu belas kasih-Nya senantiasa terbuka.

Bagi kita yang setia merayakan Sakramen Tobat dan merasakan kedamaian batin, marilah menjadi sahabat yang membantu orang lain menemukan jalan pulang melalui sapaan yang hangat, ajakan mengikuti Ekaristi, dan kesediaan mendampingi mereka yang sedang berjuang meninggalkan kebiasaan buruk.

Allah mengenal setiap jiwa yang hilang, mencari dengan penuh kasih, dan menyambut kepulangannya dengan sukacita. Maka, pulanglah kepada Tuhan selagi masih ada kesempatan, sebab setiap pertobatan yang tulus membawa sukacita di surga dan memulihkan persekutuan kita dengan Allah yang tidak menghendaki seorang pun hilang. 

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Hidup Bagi Kristus, Bertumbuh dalam Kerendahan Hati

Petikan BUSA-H #05/11/2026

“Pertobatan dimulai saat kita berani melepaskan segala sesuatu yang membelenggu hati dan menemukan kembali Kristus sebagai harta paling berharga dalam hidup.”

“ Sejauh apa pun langkah kita tersesat, kasih Allah tetap mencari, sebab setiap jiwa begitu berharga dan tak seorang pun dikehendaki-Nya hilang.”

“Satu langkah penuh penyesalan menuju ruang pengakuan dosa dapat menjadi awal perjalanan pulang menuju kedamaian hati dan persekutuan kasih dengan Allah.”

“Setiap jiwa yang kembali kepada Tuhan membawa sukacita di surga, sebab belas kasih Allah selalu menyambut hati yang sungguh ingin bertobat.”

Tuhan memberkati kita#rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan