KS Taeftop di Molo Utara, Bertemu Rutin Bahas Koperasi sampai Cuhat Anggota
SOE,dewadet.com-Sebulan sekali bertemu sudah menjadi agenda rutin Kelompok Sahabat (KS) KSP Kopdit Obor Mas di Desa Taeftop, Kecamatan Molo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Beranggotakan 50-an orang, mereka aktif menghadiri pertemuan yang berlangsung di kediaman Ketua KS, Orias Banoet. Soal utama yang dibahas urusan aktivitas simpan pinjam Kopdit Obor Mas, setoran wajib, angsuran pinjaman, motivasi anggota bahkan sampai curahan hati (curhat) anggota tentang segala hal berkaitan dengan koperasi.
“Selalu ada dinamika yang sangat baik membuat suasana tidak membosankan setiap kali kami bertemu. Sudah setahun lebih kami bertemu setiap bulan, rasa-rasanya tidak bisa terlewatkan,” kisah Orias, dihubungi Sabtu malam 13 Desember 2025.
Meski di wilayahnya ada juga tiga koperasi yang punya anggota, beberapa anggotanya KS bahkan pamit dan bergabung dengan Kopdit Obor Mas. Alasan mereka, Kopdit Obor Mas bisa menjawab kebutuhan keuangan anggota.
Baca juga: GM Kopdit Obor Mas Bekali Manajer Texas 10 Keahlian
“Ada yang keluar dari koperasi yang lain di Oenbesi, karena ketika butuh dana pinjaman tidak dilayani. Entahlah kenapa tidak dilayani,” ujar Orias.
Bahkan juga, kata Orias, anggotanya semula pinjam KUR (kredit usaha rakyat) di bank pemerintah, beralih bergabung di Kopdit Obor Mas. Sederhana alasan mereka menjadi anggota Kopdit Obor Mas, selain bisa pinjam KUR, mereka dapat manfaat lain asuransi, simpaan rawat inap dan dana duka,” terang Orias.
Dari sekitar 50-an orang anggota KS, belasan anggota telah mengakses pinjaman KUR untuk menambah modal usaha. Pinjaman paling besar sekitar Rp 40-an juta.
Beragam usaha dikembangkan oleh anggota kelompoknya. Kios sembako menjual aneka kebutuhan, meubel, usaha pertanian dan peternakan sapi.
Baca juga:Tahun Keempat di TTS, Anggota Kopdit Obor Mas Nikmati Pinjaman Rp 23,5 Miliar
“Angsuran semua rata-rata anggota lancar. Mereka sudah paham mengelolanya, karena sebelumya mereka telah mendapat motivasi dan pendidikan. Kalau ada yang tersendat, kami biasanya bahas dalam pertemuan rutin di KS,” pungkas Orias.*





