BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Diusik Demi Diselamatkan
Rabu, 01 Juli 2026. Hari Biasa Pekan XIII. Nubuat Amos 5:14-15.21-24; Matius 8:28-34.
Oleh: RD. Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara terkasih, kejahatan tidak selalu tampil dengan wajah yang menakutkan. Sering kali ia hadir begitu akrab hingga dianggap biasa, diterima sebagai kebiasaan, bahkan dibela sebagai sesuatu yang wajar.
Namun setiap kali ada orang yang benar datang, selalu ada yang terusik, karena terang tidak pernah dapat berdamai dengan kegelapan.
Amos tampil pada saat ibadah berlangsung dengan meriah, kurban dipersembahkan, dan nyanyian pujian bergema. Namun Allah justru berkata, “Aku membenci perayaanmu.”
Kata-kata ini sangat menggetarkan. Allah tidak menolak ibadah karena umat kurang rajin berdoa, melainkan karena doa mereka terpisah dari keadilan. Mereka memuji Allah di tempat ibadah, tetapi membiarkan penindasan, ketidakjujuran, dan kelaliman merajalela.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Badai yang Paling Berbahaya
Karena itu Amos menyerukan, “Biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.”
Bagi Allah, ibadah yang sejati tidak berhenti di altar, tetapi mengalir menjadi kasih, kejujuran, kepedulian, dan keberanian membela yang lemah. Doa yang tidak mengubah cara hidup akan kehilangan daya kesaksiannya.
Seruan Amos itu menjadi cermin bagi kehidupan kita. Ada kalanya bibir begitu mudah memuji Tuhan, tetapi hati masih menyimpan iri, dendam, kepahitan, atau keinginan untuk menguasai sesama.
Ada pula saat kita rajin mengikuti perayaan Ekaristi, tetapi masih mudah berlaku tidak adil di rumah, di tempat kerja, atau dalam pelayanan.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Batu Karang yang Dibentuk, Bukan Dilahirkan
Allah tidak hanya mencari persembahan di altar, melainkan juga hati yang rela diubah agar kehidupan sehari-hari menjadi perpanjangan dari ibadah yang dirayakan.
Pergulatan itu mencapai puncaknya di daerah orang Gadara. Dua orang yang kerasukan berteriak kepada Yesus, “Apakah urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau datang kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”
Menarik bahwa roh-roh jahat mengenali Yesus sebagai Anak Allah, sementara banyak orang justru belum mengenal-Nya. Mereka sadar bahwa kehadiran Yesus berarti berakhirnya kuasa yang selama ini mereka nikmati.
Kejahatan selalu merasa gelisah di hadapan kekudusan. Terang Kristus membongkar apa yang selama ini disembunyikan oleh kegelapan.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Secangkir Air yang Mengubah Hidup
Sesudah kedua orang itu dibebaskan, yang mengejutkan bukanlah reaksi roh-roh jahat, melainkan sikap penduduk kota. Mereka justru meminta Yesus meninggalkan daerah mereka. Mereka lebih gelisah kehilangan kawanan babi daripada bersukacita melihat dua orang dipulihkan.
Betapa mudahnya hati lebih sibuk menjaga kenyamanan daripada menyambut karya penyelamatan Allah. Ada saat-saat kita pun bersikap demikian. Kita ingin Tuhan hadir, tetapi hanya sejauh Ia tidak mengganggu kepentingan, kebiasaan, atau zona nyaman yang sudah lama kita pelihara.
Saudari dan saudara terkasih, pertanyaan roh-roh jahat itu sesungguhnya dapat berubah menjadi pertanyaan bagi kita sendiri, “Apakah urusan-Mu dengan kami, ya Tuhan?”
Pertanyaan itu muncul setiap kali ada kebenaran yang mulai menggugat kebiasaan yang tidak benar, mengusik egoisme, memanggil kita berdamai, mengampuni, berlaku jujur, atau memperbaiki hidup.
Baca juga:BUSA-H ( Butiran Sabda Allah-Harian) Sentuhan yang Memulihkan
Kristus datang bukan untuk menyiksa, melainkan membebaskan. Namun pembebasan selalu meminta keberanian meninggalkan apa yang selama ini membelenggu hati. Maka marilah kita membuka hati bagi kehadiran Kristus.
Jangan takut bila Sabda-Nya mengguncang kenyamanan yang semu, karena justru di situlah rahmat mulai bekerja.
Hati yang rela diusik oleh Tuhan akan dipenuhi damai yang sejati. Dan hidup yang dibebaskan oleh Kristus akan menjadi saluran keadilan, kasih, dan harapan bagi banyak orang.
Petikan BUSA-H untuk kita #01/07/26@:
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Antara Menyebut Nama Tuhan dan Dikenal Tuhan
“Kejahatan paling berbahaya bukan yang berteriak dengan keras, melainkan yang perlahan dianggap biasa.”
“Allah tidak hanya mencari doa yang terdengar indah, tetapi hidup yang memancarkan keadilan dan kasih.”
“Terang Kristus selalu mengusik kegelapan, bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk membebaskan.”
“Hati yang berani membiarkan dirinya ditegur oleh Tuhan akan mengalami sukacita yang tidak dapat diberikan oleh kenyamanan semu.”
Tuhan memberkati kita. #rd.fd@





