Dr Icha Depresi Diintimidasi Anggota DPRD TTU Mabuk, Akhiri Hidup di Rumah Orangtua
KUPANG, dewadet.com-Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha mengakhiri hidup di rumah orangtuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Jumat 26 Juni 2026 sekitar pukul 17.55 Wita.
Korban diduga mengalami depresi berat setelah diintimidasi oleh dua oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) diduga dalam kondisi mabuk di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Leona, Kota Kefamenanu.
Paman dr. Icha, Fabianus Banase, mengatakan pihak keluarga memperoleh keterangan dari sejumlah saksi yang menyebut dua anggota DPRD TTU yang datang ke rumah sakit saat itu diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.
“Menurut saksi-saksi yang ada saat itu di Rumah Sakit Leona, dua anggota DPRD, Robertus Tubani dan Terensius Lazakar, mengonsumsi minuman keras. Saat keduanya berbicara berhadapan dengan dokter dan petugas medis lainnya, mulut mereka berbau alkohol,” kata Fabianus kepada wartawan di rumah duka, Sabtu 27 Juni 2026) dikutip dari Kompas.Com
Baca juga:Sepucuk Surat Permohonan Maaf untuk Istri dan Anak dari PPPK Gantung Diri
Fabianus mengatakan informasi tersebut diperoleh keluarga dari para saksi yang berada di lokasi kejadian.
Menurut dia, keluarga juga menerima dokumentasi berupa foto yang disebut diambil saat peristiwa itu berlangsung.
“Saat membentak itu bau alkohol. Ada juga fotonya yang dikirimkan kepada kami sebagai keluarga,” ujarnya.
Fabianus menyesalkan tidak adanya kamera pengawas (CCTV) di dalam area IGD yang dapat merekam secara utuh kejadian tersebut.
Baca juga:Gantung Diri Lagi! Sampai Akhir April 2026, Lima Warga Sikka Mati
“CCTV hanya ada di luar. Namun, sekitar 23 orang saksi mengiyakan bahwa dua anggota DPRD itu diduga dalam keadaan mabuk minuman keras saat masuk ke ruang IGD,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Robertus Tubani maupun Terensius Lazakar terkait tudingan baru mengenai dugaan mengonsumsi minuman keras tersebut.
Meninggal di Rumah Orangtua
Dr. Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orangtuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 17.55 Wita.
Baca juga:Sebulan Tiga Warga Sikka Gantung Diri, Empat Bulan Empat Orang
Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang untuk menjalani pemeriksaan luar.
Menurut Fabianus, hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhumah.
“Atas kesepakatan keluarga, kami memutuskan tidak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka Baumata untuk disemayamkan dan didoakan bersama keluarga, sahabat, serta para pelayat,” katanya.*




