Gantung Diri Lagi! Sampai Akhir April 2026, Lima Warga Sikka Mati
MAUMERE, dewadet.com-Lima kasus gantung terjadi selama empat bulan di tahun 2026, Januari sampai April 2026. Pada hari terakhir tanggal 30 April 2026 pukul 11.00 Wita, YF (39) asal Kloang Lagot, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT mati gantung diri di dalam rumahnya.
Kejadian ini berselang dua hari setelah kasus gantung diri, Selasa 28 April 2026, sehingga selama bulan April 2026 mencatat rekor kematian bunuh diri terbanyak empat kematian.
Kasi Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga membenarkan informasi bunuh diri di Desa Wairkoja.
“Benar terjadi dugaan gantung diri di dalam rumah pelaku di Kloang Lagot, Desa Wairkoja,” kata Leonardus, Kamis malam 30 April 2026.
Baca juga:Bunuh Diri Pertama Tahun 2026 di Kabupaten Sikka Diawali Murid Sekolah Dasar
Korban berprofesi buruh harian lepas menurut keterangan keluarga dan saksi-saksi di lokasi kejadian diduga mengalami masalah rumah tangga dan depresi.
Sebelumnya, Selasa 28 April 2026 malam di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, remaja putri, HKN (13) gantung diri di pohon Pala berjarak puluhan meter dari rumahnya.
Kepala Seksi Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga, merujuk keterangan saksi, Selasa sekitar pukul 18.00 Wita, HKN tidak berada di rumahnya.
Saksi HH (71) sudah berusaha mencari ke rumah keluarga dan tetangga sekitar, namun dia tidak menemukan remaja putri yang duduk di bangku SMP ini.
Baca juga:Sebulan Tiga Warga Sikka Gantung Diri, Empat Bulan Empat Orang
“Dia (HH) bersama keluarga dan tetangga sekitar berusaha mencari lagi korban ke kebun di belakang rumah, sebab menurut HH, korban sering mengalami kerasukan. Dia lalu bepergian di sekitar Kampung Riidetut,” terang Leonardus.
Pencarian ini tidak menemukan korban, sehingga mereka semua kembali ke rumahnya masing-masing.
“Sekitar pukul 23.30 Wita, karena merasa gelisah korban belum pulang, HH bangun dari tidur, keluar rumah mencari korban. Sekitar 30-an meter dari rumahnya ke arah utara rumah korban, HH melihat korban sudah tergantung di dahan pohon Pala,” jelas Leonardus.
Dua kasus gantung diri terjadi selama bulan April 2026, terjadi hari Minggu sore, 12 April 2026, menimpa YA (34), oknum guru SMPN Nuba Arat di Kecamatan Kangae. Dia ditemukan gantung diri di dalam rumahnya di Desa Watuliwung sekembalinya dari Kupang dengan pesawat Minggu siang.
Baca juga:Balita Histeris di dalam Rumah Lihat Ayah Gantung Diri di Dapur
Sedangkan pada Sabtu, Sabtu siang, 18 April 2026, AB (31) yang didiuga depresi karena sakitnya tak kunjung sembuh gantung diri di dapur rumahnya di Dusun Jedawair, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Skka.
Hari itu, istri dan anak sulung korban berangkat ke Kampung Nataleba di Kecamatan Waigete, sebelah timur Kota Maumere. Sedangkan di rumahnya, hanya AB ditemani balita yang tak disebut identitasnya bersama ayahnya.
Kasus perdana gantung diri tahun 2026 diawali, MGH (12). Murid SDK di Kampung Natawulu, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, MGH (12) ditemukan meninggal tepat pada perayaan tahun baru, hari Kamis tanggal 1 Januari 2026. MGH ditemukan meningggal gantung diri di pohon jeruk di halamanan belakang rumah neneknya, Kamis pagi sekitar pukul 10.00 Wita.
Korban ditemukan pertama kali oleh MAW (59) nenek korban. Sekembali mengikuti perayaan misa di kapela, MAW masuk ke dalam rumah memanggil MGH. Tak ada suara yang menyahut panggilanya, MAW mencari-cari korban di dalam rumah, juga tak menemukanya.
Baca juga:Gantung Diri Lagi, Belum Genap Sepekan Dua Warga Sikka Gantung Diri
Ia meneruskan pencarian di halaman belakang rumah. Betapa terkejut MAW menemukan MGH tergantung pada pohon jeruk. MAW memanggil FMB (35) memberitahukan MAW gantung diri di belakang rumah tepatnya di pohon jeruk. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





