Empat Batang Bambu Diandalkan Ratusan Warga Dusun Kolit dan Lewomudat Menyeberang Kali Kopa Kemak
MAUMERE,dewadet.com-Kecemasan dan ketakutan setiap musim hujan dan banjir di Kali Kopa Kemak menghantui 336 jiwa warga Dusun Kolit, Desa Ojang, dan Dusun Lewomudat di Desa Waipa’ar, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Fasilitas publik jalan dan jembatan luput dari perhatian dari pemerintahan. Bila hujan tiba dan banjir melintas sungai seolah datangnya bahaya kepada warga warga dua dusun tersebut.
Gotong-royong warga akhirnya membuat titian menggunakan empat batang bambu agar bisa terhubung keluar wilayahnya.
Wilibordus Burak, warga Dusun Kolit menuturkan titian bambu tersebut menghubungkan transportasi warga Dusun Kolit dengan Dusun Lewomudat. Termasuk juga 43 orang murid SDN Kolit bisa bepergian mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.
Baca juga:Ayah dan Anak Diamankan Polisi Diduga Terkait Kematian Pelajar SMP MBC Ohe
“Kami bangun jembatan (titian) dari bambu. Kalau tidak begitu, kami tidak bisa keluar dari kampung,” kata Wilibordus dihubungi Senin pagi 30 Maret 2026.
Melewati titian bambu di musim hujan tetap membahayakan terutama bagi murid SDN Kolit, kaum perempuan dan orangtua lanjut usia. Para orangtua secara bergantian menyeberangkan anak-anaknya berangkat ke sekolah. Begitu pula ketika jam usai pelajaran, para orang tua menjemput dan menyeberangkan anak-anaknya pulang ke rumah.
“Kalau hujan lebat dan banjir besar maka murid SD diliburkan. Kami orangtua murid khawatir keselamatan anak-anak kami,” ujar Wilibordus.
Tak hanya kelangsungan pendidikan murid SD, para orang tua juga mengkhawatirkan jatah Makan Bergizi Gratis (MGB) bila diberikan di dusun dan sekolah itu.
Baca juga:10 Desa di Kecamatan Tanawawo Terdampak Banjir, Pasien Digotong Menyeberang Sungai
“Apakah anak-anak kami masih kebagian makanan atau tidak. Ataukah anak-anak kami menjadi korban banjir? Harapan kami, pemerintah bisa bangun jembatan layang,” ujar Wilibordus.*





