Biji Jagung dan Tebakan Angka Digandrungi Ibu Rumah Tangga dan Anak-Anak di Gelora Samador Maumere
MAUMERE,dewadet.com-Permainan berindikasi judi meletakan biji jagung dan tebakan angka dengan membeli sejumlah kupon berlangsung meriah setiap malam di kawasan belakang Gelora Samador, Kota Maumere, Pulau Flores, Provinsi NTT.
Kasi Penmas Sihumas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, Senin siang 20 September 2025, mengatakan kegiatan dimaksud merupakan pasar rakyat, sudah mendapatkan ijin. “Polres Sikka tidak mengijinkan kegiatan lain selain pasar malam atau pasar rakyat,” tulis Leonardus membalas pesan WhatsApp.
Pangamatan wartawan Sabtu malam, pukul 21.00 hingga pukul 22.00 Wita, tiga buah tenda dibangun di arena permainan itu. Dua tenda untuk permainan mirip rolet dan satu tenda permainan biji jagung. Pada sisi jalan, terdapat tenda kecil berbentuk kerucut dari salah satu agen penjualan sepeda motor. Pada bagian depan tenda itu ditulis merihkan HUT ke-80 TNI.
Banyak kaum ibu rumah tangga, anak-anak usia sekolah dan para pria dewasa menggandrungi permainan ini. Pada dua tenda menggelar permainan yang sama tebakan angka-angka, di dalam tenda juga dipajang bahan-bahan sembako, kecuali beras, perkakas dapur dan rokok. Entah apa nama permainan tebakan angka-angka ini.
Baca juga:Rokok Putih dan Cukai Palsu Disita Ulangkali Tidak Bikin Kapok Penjual di Maumere
Warga membeli kupon, kemudian seorang pria penyelenggara permainan ini memutar bulatan berbahan tripleks dicat bertuliskan angka dicat warna merah, kuning dan hitam. Pria yang memutar berlaku mirip penjual obat . Ia menyebut angka-angka keberuntungan dan warna pada angka tebakan yang akan kena ketika bulatan kayu dengan petunjuk berhenti berputar
Sementara pada tiga sisi tenda berjejar tiga buah meja panjang diatasnya ditulis angka-angka. Warga yang terlibat permainan memperhatikan sungguh-sungguh putaran hungga jarum berhenti.
Pada tenda yang lain di pada ujung barat di belakang Gelora Samador ini, sekitar lima meja di letakan di dalam tenda. Puluhan orang perempuan dewasa kebanyakan ibu rumah tangga, anak-anak dan pria dewasa berhadapan dengan angka-angka pada papan tripleks kecil seukuran buku tulis dan memegang biji jagung di tangan.
Pada sudut lain, seorang pria memegang sebuah benda bulat di dalamnya berisi biji-bijian. Mikrofon terletak di atas meja di depanya.
Baca juga:Dirjen Agro Kemenperin: Rokok Ilegal Marak Harga Murah dari Rokok Legal
Benda bulat berizi bijian-bijian digoyang beberapa kali. Bunyi biji-bujian di dalam benda bulat itu lumayan memekak telinga bila didekatkan ke mikrofon.
Entah bagaimana caranya, si pria yang memandu permainan menyebut angka tebakan selanjutnya para pemain meletakan biji jagung di atas tripleks bertuliskan angka tersebut.
Setika terdengar ada yang menyebut ‘game’ pertanda ada pemenangnya. Si pemenang bisa mendapat uang atau barang sembako, perkakas dapur dan barang lain yang diinginknnya.
Permainan yang telah berlangsung sekitar tiga minggu akan bubar sekitar pukul 23.00 Wita. Meski pada malam minggu atau malam-malam tertentu bisa berlangsung hingga pukul 24.00 Wita. *





