Ayah dan Anak Diamankan Polisi Diduga Terkait Kematian Pelajar SMP MBC Ohe
MAUMERE,dewadet.com-Kepolisian Resort Sikka mengamankan dua orang pria, SG dan FGR, ayah dan anak warga Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 24 Februari 2026.
Mereka diamankan belasan jam setelah jasad STN (14) pelajar SMP MBC Ohe ditemukan di Kali Watuwogat, Desa Rubit. Korban dilaporkan hilang ke Polsek Kewapante oleh pihak keluarga sejak Jumat, 20 Februari 2026.
Keterangan dihimpun menyebutkan, SG diamankan Selasa pagi sekitar pukul 09.00 Wita di Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Sedangkan putranya ditangkap di Wolotopo, Kabupaten Ende. Penangkapan SG juga dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga, Selasa pagi.
Kaur Bin Ops Reserse Kriminal Polres Sikka, IPTU I Nyoman Ariasa, mengatakan berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan koordinasi dengan tim medis RSUD TC. Hillers Maumere, STN diduga mengalami penganiayaan berat hingga meninggal.
Baca juga:Polisi Amankan Pria Diduga Terkait Penemuan Jasad Remaja Putri SMP Hewokloang
“Dugaan awalnya seperti itu (dibunuh). Kami terus mendalami bukti-bukti di lapangan,” ujar Nyoman Ariasa dalam konferensi pers, Selasa (24/2/2026).
Kepala Desa Rubit, Polikarpus Heret mengatakan dua orang yang diamankan polisi adalah warganya, SG (40) dan anaknya, FGR yang diperkirakan berusia 16 tahun. FGR merupakan pelajar kelas IX SMP MBC Ohe atau kakak kelas dari korban STN.
“Keduanya merupakan bapak dan anak yang selama ini tinggal di Kampung Woloklereng, Desa Rubit. Mereka sudah berada di Mapolres Sikka untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Polikarpus dihubungi Rabu (25/2/2026) siang.
Kasie Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga mengatakan belum ada keterangan tambahan yang disampaikan Reskrim Polres Sikka.”Belum ada keterangan (tambahan) dari Kasat Reskrim,” kata Leonardus, Rabu (25/2/2026) sore. *





