Oleh: Konstantinus Pati Sanga, SE., M.S.A., Ak (Dosen Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Nipa)

Evaperca dan Penguatan Nilai Dasar Koperasi

EMPAT hari berturut, 18-22 Maret 2026,  KSP Kopdit Obor Mas melaksanakan Evaluasi dan Perencanaan Tahunan (Evaperca) dihadiri oleh pengurus, pengawas, penasihat, general manajer, deputi PI dan kepatuhan, bersama 32 manajer cabang dan staf utusan. Evaperca diawali seminar tentang: Karena Koperasi Tumbuh dari Rasa oleh Dr. Jonas KGD Gobang, S.Fil.,MA, dan Aspek Hukum dalam Penanganan Kredit Bermasalah oleh Alfonsus Hilarius Ase, SH.,M.Hum.

Materi Karena Koperasi Tumbuh dari Rasa menekankan bahwa keberhasilan koperasi tidak ditentukan oleh sistem, program, atau kemampuan teknis manajemen, tetapi lebih pada kualitas hubungan antara pengelola dan anggota. Koperasi harus dibangun berdasarkan rasa percaya dan perhatian yang sungguh-sungguh, bukan hanya sekedar hubungan transaksional. Artinya, koperasi harus berkembang karena adanya rasa percaya dan hubungan manusiawi bukan hanya karena transaksi.

Sementara itu, materi Aspek Hukum dalam Penanganan Kredit Bermasalah disebutkan bahwa koperasi kredit memiliki dasar hukum yang kuat, sehingga kepastian hukum menjadi prioritas, meski tetap memperhatikan pendekatan kekeluargaan. Untuk melindungi koperasi dan memberikan keadilan bagi para anggotanya, setiap tindakan yang dilakukan harus mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

Evaperca sebagai Instrumen Manajemen Strategi

Evaperca merupakan instrumen fundamental dalam sistem manajemen konten yang modern, berfokus pada akuntabilitas dan keberlanjutan. Evaperca tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan tahunan biasa, tetapi juga menjadi momen untuk meninjau kembali hasil kerja, mengetahui kekuatan, kelemahan, dan peluang dalam operasional koperasi. Ini menjadi dasar untuk menentukan langkah strategis dan aksi nyata dengan mengintegrasikan capaian kinerja tahun sebelumnya dengan perencanaan ke depan.

Secara normatif, praktik Evaperca punya dasar hukum yang kuat berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi. Undang-undang ini menegaskan bahwa pengurus bertanggung jawab untuk mengelola koperasi serta membuat rencana kerja dan anggaran. Oleh karena itu, evaluasi kinerja digunakan sebagai dasar rasional untuk membuat rencana strategis.

Evaperca menjelaskan dua fungsi utama dalam manajemen yaitu perencanaan dan pengendalian. Dengan menggunakan evaluasi sebagai alat penilaian, organisasi dapat membandingkan tujuan dan pencapaian.

Keberhasilan manajemen diukur dengan  parameter seperti pertumbuhan aset, likuiditas, profitabilitas, kualitas pinjaman, dan keterlibatan anggota. KSP Kopdit Obor Mas melakukan evaluasi secara sistematis berbasis data untuk menemukan pola kinerja, menilai tingkat kesehatan keuangan, dan mengevaluasi kualitas pelayanan kepada anggota.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa cabang-cabang KSP Kopdit Obor Mas berjalan dengan baik dengan berbagai catatan dan rekomendasi perbaikan.

Perencanaan adalah cara berpikir strategis yang fokus pada hasil yang akan terjadi di masa depan. Dengan perencanaan yang baik, hasil evaluasi bisa diubah menjadi kebijakan dan program kerja yang sesuai, realistis, dan terukur.

Dalam situasi ini, Evaperca berperan sebagai jembatan strategis yang menghubungkan kondisi nyata dengan tujuan dan visi jangka panjang. Dalam Evaperca ini,  Kopdit Obor Mas merancang Rencana Kerja dan Aksi Tahun Buku 2026 untuk memenuhi sembilan aspek utama penilaian kinerja.

Kesembilan aspek tersebut yakni, pertumbuhan anggota baru, simpanan wajib, simpanan non saham. Volume pinjaman dan pertumbuhan saldo pinjaman, hasil penagihan, kolektabilitas, SSD dan SRI, pertumbuhan aset, dan Kelompok Sahabat Obor Mas.

Rencana kerja dan aksi ini tidak sekedar administrative, tetapi menjadi instrument manajerial bagi pengurus dan manajemen menjalankan program kerja secara terarah, terukur, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

Evaperca sebagai Pilar Tata Kelola dan Transformasi Koperasi

Evaperca juga mencerminkan penerapan prinsip-prinsip pengelolaan koperasi yang baik. Evaluasi dilakukan agar terbentuknya budaya organisasi yang transparan menjadi dasar untuk terus meningkatkan kualitas. Perencanaan partisipatif berbasis data meningkatkan kepercayaan terhadap kebijakan dan mendapatkan dukungan anggota.

Dalam konteks lembaga keuangan berbasis anggota, Kopdit Obor Mas memiliki dimensi strategis yang lebih luas. Proses ini menghasilkan keputusan yang memengaruhi kinerja organisasi dan berdampak pada kesejahteraan anggota.

Inilah nilai inspirasional Evaperca, setiap angka yang dinilai bukan hanya sekedar data, tetapi juga mencerminkan keyakinan para anggotanya. Setiap rencana yang dibuat bukan hanya menjadi tujuan, tetapi komitmen untuk melayani anggota lebih baik.

Evaperca tidak hanya memperhatikan pencapaian, tetapi juga menentukan arah masa depan koperasi. Evaperca menjadi bagian penting dalam pengelolaan koperasi. Dengan menggabungkan evaluasi yang jujur dan perencanaan yang visioner, maka Kopdit Obor Mas punya dasar yang kuat untuk berkembang secara sehat dan berkelanjutan. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan