Kopdit Obor Mas Kirim Bantuan Gempa ke Perbatasan Ngada-Manggarai Timur
BAJAWA,dewadet,com- Kepedulian terhadap korban Gempa Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 ditunjukkan oleh KSP Kopdit Obor Mas.
Masyarakat Desa Benteng Tawa 5 di Kecamatan Riung Barat, di perbatasan Kabupaten Ngada dan Manggarai Timur akhirnya bisa menerima bantuan. Pasokan bantuan dari Kopdit Obor Mas merupakan yang pertama yang masuk ke desa itu sejak gempa bermagnituto 7.7 Sabtu pukul 05.58 Wita.
Inisiatif bantuan berasal dari staf Kopdit Obor Mas Kantor Cabang Utama Ngada dan Kantor Cabang So’a dan tim manajemen yang dipimpin oleh General Manager KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering.
Sumbangan berupa beras, air mineral, mie instan, telur, susu, popok bayi, dan sayur-sayuran diserahkan Manajer Kantor Cabang Utama Ngada, Martonsius Juang dan Plt. Manajer Kantor Cabang So’a, Marselina Mamo Keu kepada Camat Riung Barat, Andreas Gabriel Timoteus Lou dan Penjabat Kepala Desa Benteng Tawa 5, Hermanus Sala, Sabtu 22 Agustus 2026.
Andreas mengatakan sumbangan Kopdit Obor Mas sangat berarti di tengah situasi keterbatasan warga.
“Jujur ini merupakan sumbangan pertama ke sini. Desa ini merupakan desa yang paling jauh berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur, sehingga nyaris belum tersentuh bantuan dari luar. Sumbangan ini akan sangat membantu warga di sini,” tandas Andreas.
Hermanus Sala mengatakan 78 kepala keluarga yang terdampak gempa Flores di desa tersebut.
“Terima kasih kepada Kopdit Obor Mas yang sudah datang membantu kami, semoga tim Kopdit Obor Mas selalu diberkati Tuhan,” ujar Herman.
Baca juga:Jalan Trans Flores dari Labuan Bajo sampai Larantuka Pulih Pasca Gempa
Manajer Kantor Cabang Utama Ngada, Martonsius Juang mengatakan sumbangan ini merupakan solidaritas dari karyawan dua kantor cabang di Kabupaten Ngada, yakni Kantor Cabang Utama Ngada dan Kantor cabang Soa, dengan dukungan manajemen kantor pusat.
“Setelah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial kabupaten Ngada, kami mendapat info bahwa wilayah Kecamatan Riung Barat masih banyak yang belum tersentuh bantuan. Kami langsung turun ke wilayah ini,” kata Marton.*





