JAKARTA,dewadet.com-Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana buka suara atas tragedi tenggelam kapal pariwiasta KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar, diduga menewaskan empat turis WNA Spanyol, Jumat 26 Desember 2025.

Ia mengatakan pemerintah Indonesia tengah fokus memaksimalkan pencarian Martin Carreras Fernando dan  ketiga anaknya, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, Martinez Ortuno Enriquejavier.

Sedangkan istri Martin Fernando, Ortuno Andrea, dan putri bungsunya Mar Martinez Ortuno selamat dari musibah ini. Martin, berprofesi pelatih sepakbola Klub Valencia B membawa duka bagi sepakbola Spanyol.

“Berdasarkan komunikasi resmi antara Kementerian Pariwisata dan Kedutaan Besar Spanyol, Pemerintah Spanyol menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya cepat serta profesional tim penyelamat Indonesia,” kata Widiyanti dalam keterangan resminya, Minggu (28/12/2025) dikutip dari Kompas.com.

Baca juga:Dua Kali Penyelaman Belum Temukan Pelatih Klub Valencia B dan Tiga Anaknya di Pulau Padar

“Fokus bersama saat ini adalah memaksimalkan pencarian terhadap empat korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang,” sambungnya.

Sesuai dengan Prosedur Operasional Standar, Tim SAR akan melanjutkan operasi pencarian selama tujuh hari, dengan evaluasi berkala berdasarkan kondisi cuaca dan keselamatan tim di lapangan.

Menteri Pariwisata telah menugaskan Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis, Kepala Badan Otorita Labuan Bajo, serta Direktur Politeknik Pariwisata Bali untuk mendampingi keluarga korban, tentu dengan menghormati persetujuan keluarga dan koordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.

“Kementerian Pariwisata menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan wisatawan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan penanganan kejadian ini dilakukan secara transparan, humanis, dan bertanggung jawab,” ujar Widiyanti.

Baca juga:Satu Keluarga WNA Spanyol Tenggelam di Pulau Padar Belum Ditemukan

Kronologi Tenggelam KM Putri Sakina

Kecelakaan Kapal Phinisi Putri Sakina bermula saat kapal bermuatan 11 orang ini tenggelam di Perairan Selat Padar pada Jumat (26/12/2025).

Kapal diduga ⁠hantaman gelombang setinggi dua meter yang mengakibatkan mesin mati. Dari 11 korban, tujuh di antaranya dinyatakan selamat, sedangkan empat lainnya dilaporkan hilang.

Fernando dan ketiga anaknya merupakan penumpang sekaligus wisatawan asal Spanyol yang dicurigai terjebak di dalam kamar.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, dalam rilis Minggu sore 28 Desember 2025 menjelaskan snorkeling dan oleh Tim Rescuer Pos SAR Manggarai Barat bersama Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM) dan Tim Dive Master P3KOM, belum menemukan keempat korban. Penyelaman dilaksanakan dua sesi pada pukul 11.30 Wita dan pukul 14.30 Wita.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan