Syukuran HAB, Momentum Sinergi Kemenag Nagekeo dan Pemda Melayani Umat
MBAY,dewadet.com-Syukuran Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI dirayakan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Nagekeo, Rabu 7 Januari 2026 menjadi momentum memperkuat sinergi Kementerian Agama Nagekeo dan pemerintah daerah dalam melayani umat dan masyarakat di Kabupaten Nagekeo.
Perayaan sederhana di halaman Kantor Kemenag Nagekeo dihadiri Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, Ketua DPRD Nagekeo, Shafar, Forkopimda, pengurus FKUB, TNI, Polri, purnabakti, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan OPD, dan ratusan undangan.
Kegiatan mengusung tema Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju. Tema tersebut mencerminkan kondisi bangsa yang majemuk,sekaligus pengingat pentingnya menjaga kerukunan, dan memperkuat sinergi antarumat beragama di Nagekeo, demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Kepala Kantor Kemenag Nagekeo, Krensentia Reo, mengatakan peringatan HAB ke-80 merupakan momentum refleksi perjalanan Kementerian Agama melayani umat beragama, bangsa dan negara.
Baca juga:Balita 13 Bulan Terseret Banjir 2 Kilometer dari Rumah di Desa Sawu, Nagekeo
“Sejak didirikan 3 Januari 1946, Kementerian Agama telah melalui perjalanan melayani umat beragama, mengawal moral bangsa, serta turut dalam pembangunan nasional,“ kata Krensentia dalam sambutanya.
Dikatakanya, program kerja Kementerian Agama 2026 berlandaskan pada visi mewujudkan masyarakat religius, moderat, cerdas, berdaya saing, serta sejalan arah pembangunan nasional.
Terdapat tujuh fokus program kerja Kementerian Agama 2026. Pertama, penguatan moderasi beragama sebagai fondasi menjaga kerukunan umat beragama, memperkokoh persatuan, dan menangkal paham-paham ekstrim yang dapat merusak keharmonisan sosial. Kementerian Agama terus menyuarakan tentang moderasi beragama diberbagai momentum.
Kedua, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan pendidikan agama, pada madrasah, SMAK, pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan lain melalui penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi pendidik, serta pemanfaatan teknologi digital pembelajaran.
Baca juga:Kemenag Nagekeo Miliki Ruang PTSP Demi Mutu Pelayanan Umat Beragama
Ketiga, peningkatan kualitas pelayanan publik yang bersih, cepat, dan transparan, khususnya dalam layanan keagamaan, pernikahan, haji dan umrah, serta layanan berbasis Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dengan mengedepankan prinsip profesionalisme dan integritas.
Keempat, ekoteologi sebagai salah satu program strategis untuk memperkuat peran agama menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Kelima, penguatan peran agama dalam pembangunan diantaranya: pemberdayaan lembaga keagamaan dan rumah ibadah. Penguatan peran penyuluh agama. Kontribusi agama dalam pembangunan karakter bangsa dan harmoni social. Sinergi Kemenag dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
Keenam, penguatan tata kelola dan SDM yakni peningkatan kompetensi dan kapasitas ASN Kementerian Agama. Penataan kelembagaan, Penegakan disiplin ASN dan penguatan etika kerja serta optimalisasi peran pimpinan sebagai teladan.
Baca juga:Jalan Mauponggo-Boawae Putus, Wabup Nagekeo: Berat Akses ke Wilayah Terdampak Banjir
Ketujuh, penguatan tata kelola pemerintahan yang baik melalui pembangunan zona integritas, pencegahan korupsi, serta penguatan budaya kerja ASN Kementerian Agama yang berorientasi pada pelayanan dan kinerja. Dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan bebas dari praktik tidak patut, Kementerian Agama terus berkomitmen memperkuat pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Diapresiasi Bupati dan Ketua DPRD Nagekeo
Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus menyampaikan harapan dan apresiasi kepada Kementerian Agama atas peran strategisnya menjaga kerukunan umat beragama serta kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia di Nagekeo.
“Saya berharap Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo terus menjadi corong utama dan garda terdepan membawa pesan-pesan perdamaian, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta membangun sinergi yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar Simplisius.
Baca juga:Cerita Peternak di Mbay Pelihara Sapi Limousin, Sehari Habiskan 50 Kg Rumput dan 50 Liter Air
Ia yakin, dengan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat, Nagekeo akan tetap menjadi daerah yang aman, rukun dan sejahtera.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo, smitra kerja, ormas keagamaan, guru ,ulama, rohaniwan dan seluruh stakeholder atas kerja sama, sinergi dan kontribusinya dalam pembangunan bidang agama dan kesejahteraan masyarakat dengan semangat To’o Jogho Waga Sama, “ kata Simplisius.
Sementara Ketua DPRD Nagekeo, Shafar mengungkapkan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah dan DPRD dalam melayani umat, membina kehidupan beragama, menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.
Kementerian Agama, diakui Shafar, juga punya peran strategis memperkokoh moderasi beragama, menanamkan nilai toleransi serta membangun karakter bangsa yang beriman, berakhlak dan berbudaya.
Baca juga:Pemerintah Pusat Alokasikan Rp 150 Miliar Lintas Utara Flores
Di Nagekeo, kata Shafar, Kementerian Agama telah menjadi mitra penting pemerintah daerah dan DPRD membina kehidupan keagamaan yang harmonis, meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama yang menjadi kekuatan utama daerah kita.
“Terima kasih terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Semoga Kementerian Agama semakin jaya, profesional, dan dicintai oleh masyarakat. Dirgahayu Kementerian Agama RI ke-80. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati setiap langkah pengabdian kita,” ungkap Shafar.
Puncak syukuran dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, selain juga pembagian hadiah kejuaraan kepada pemenang perlombaan.*





