Palue Dekat ke Episentrum Gempa Flores Berdampak Ribuan Rumah Rusak
MAUMERE, dewadet.com-Gempa Flores bermaginitudo 7.7 pada Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 05.58.23 WITA di kedalaman laut 15 Km dan berjarak sekitar 35 Km arah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan sekitar sekitar 30 Km arah timur laut, tak jauh dengan Pulau Palue di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Dekat dengan pusat gempa telah menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap Pulau Palue. Sedikitnya 1.050 unit rumah warga mengalami kerusakan, 500 rumah diantaranya rusak berat. Ribuan warga Pulau Palue mengungsi, baik mandiri maupun ke lokasi terpusat di wilayah itu.
Ruma warga Desa Nitung Lea di Kecamatan Palue sebagian rusak berat bahkan sebagian nyaris rata dengan tanah. Pasca gempa mereka menyelamatkan diri, mengungsi di tenda darurat dibangun sendiri maupun bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Rumah saya ambruk dan saat ini bertahan di tenda pengungsian,” kata Kristianus, warga Dusun Nitung, Palue, Sabtu 29 Agustus 2026.
Baca juga:Rokonstruksi Pasca Gempa, Yusuf Kala: Rakyat Disuruh Kerja Jangan Pangku Tangan
Selain masih membutuhkan bantuan pemerintah selama masa tanggap darurat, Kristianus dan warga lainnya berharap bisa mendapatkan bantuan rehab rumahnya ambruk akibat gempa.
Camat Palue, Rudolfus Riba mengatakan delapan desa di kecamatan itu terdampak dan empat desa, Nitung Lea, Desa Lidi, Lado Laka dan Desa Rokirole terjadi kerusakan yang parah.
Sementara data Posko Kecamatan Palue pada Sabtu, 29 Agustus 2026 menyebutkan warga yang mengungsi mandiri 3.340 jiwa atau 892 kepala keluarga.
Rumah warga yang mengalami kerusakan ringan berjumlah 505 unit, rusak sedang 54 unit dan rusak berat 500 unit.
-
Ping-balik: Bupati dan Wabup Sikka Berkantor di Tenda BNPB – Dewadet
-
Ping-balik: Puluhan Titik Pipa Transmisi Perumda Wairpuan Geser dan Putus Terdampak Gempa Flores – Dewadet





