Puluhan Titik Pipa Transmisi Perumda Wairpuan Geser dan Putus Terdampak Gempa Flores
MUAUMRE,dewadet.com-Sedikitnya 30-an titik pipa transmisi utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Waipun di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, bergeser dan juga lepas dari sambungan dampak Gempa Flores mangnitutodo 7,7 pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA.
Kerusakan yang paling parah terjadi pada jaringan pipa dari mata air Nirangkliung sampai Kampung Guru, dan dari sumber Wairpuan menuju Nita sampai Koting.
Direktur Perumda Wairpuan, Frans Laka, Senin 31 Agustus 2026 menjelaskan kerusakan tersebut telah mulai ditangani sejak hari Senin, 17 Agustus 2026 dan masih berlangsung sampai saat ini.
Kerusakan pipa transmisi utama juga terjadi pada jaringan pipa dari Nangalimang sampai Waioti di Kota Maumere.
Baca juga:Palue Dekat ke Episentrum Gempa Flores Berdampak Ribuan Rumah Rusak
“Penangananya masih berlangsung sampai saat ini, tapi jumlahnya semakin berkurang. Umumnya pipa putus atau bergeser pada pipa transmisi utama ukuran 4-6 dim, dampaknya air tidak bisa mengalir ke pelanggan,” kata Frans Laka.
Ia mengatakan pasca gempa yang merusak banyak fasilitas umum dan sosial serta rumah milik warga masyarakat, distribusi air kepada pelanggan terganggu. Bahkan sampai hari terakhir bulan Agustus 2026 masih dikeluhkan pelanggan.
Dampak gempa terbesar kedua di dunia pada tahun 2026 ini mengganggu mata air Wairpuan di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita. Sebuah batu ukuran sangat besar bergeser dan menutup mata air.
“Petugas kami hanya bisa bersihkan di sekitaran batu yang menutup mata air tersebut. Batu tersebut sangat sulit digeser,” kata Frans Laka. *
-
Ping-balik: Patahan Tanah Dampak Gempa, Mata Air Wairpuan Turun 15 Persen – Dewadet





