Pengungsi Nangahale Tunggu Perintah Kembali ke Rumah
MAUMERE,dewadet.com-Warga terdampak Gempa Flores yang mengungsi di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menunjukkan kesiapan untuk kembali ke rumah pasca gempa.
Kepulangan tersebut menunggu arahan dan keputusan pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kondisi keamanan serta perkembangan gempa susulan.
Warga Desa Nangahale, Ririn (30), mengatakan dirinya bersama keluarga siap kembali ke rumah apabila pemerintah Kabupaten Sikka telah memberikan instruksi bahwa kondisi sudah aman.
Menurutnya gempa susulan dalam beberapa waktu terakhir mulai berkurang. Kondisi tersebut membuat sebagian warga merasa lebih tenang dan mulai mempertimbangkan untuk kembali menjalani aktivitas di rumah masing-masing.
Baca juga:KM Tidar Turunkan Bantuan Gempa Flores di Maumere
“Kami siap kembali ke rumah kalau sudah ada instruksi dari pemerintah. Kalau pemerintah Kabupaten Sikka sudah memutuskan bahwa kami bisa kembali, saya bersama keluarga siap pulang,” ujar Ririn.
Ririn juga mengaku senang dengan perhatian pemerintah kepada warga yang terdampak gempa. Kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena (Asti Laka Lena), dan Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago datang kamp pengungsian Nangahale, Minggu 23 Agustus 2026.
Kehadiran pimpinan pemerintah di tengah warga pengungsi memberikan semangat dan rasa diperhatikan selama menjalani masa pengungsian.
“Kami merasa senang karena pemerintah peduli dan datang melihat langsung kondisi kami di pengungsian,” katanya.
Baca juga:Paus Leo XIV Turut Berduka untuk Korban Gempa Flores
Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, mengatakan masa pengungsian warga di lokasi tersebut direncanakan berlangsung hingga 28 Agustus 2026. Setelah itu, warga diharapkan kembali ke rumah masing-masing, tentunya dengan tetap memperhatikan perkembangan situasi dan arahan pemerintah.
“Pengungsian ini direncanakan sampai tanggal 28 Agustus. Setelah itu warga akan kembali ke rumah masing-masing,” jelas Sahanudin.
Meski demikian, Sahanudin menyebutkan bahwa saat ini sudah terdapat sejumlah warga yang memilih tetap berada di rumah masing-masing. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mulai merasa kondisi di lingkungan tempat tinggalnya cukup memungkinkan untuk kembali beraktivitas, meskipun tetap diperlukan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah Kabupaten Sikka terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga serta perkembangan situasi pascagempa.
Baca juga:Metiu, Murid SDK Ferari Maumere Mengumpul Kenangan di Saat Kunjungan Wakil Presiden
Rencana kepulangan warga nantinya tetap diharapkan dilakukan secara terkoordinasi dan berdasarkan hasil evaluasi kondisi lapangan, sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.*





