NDUGA,dewadet.com Prajurit TNI AD asal Kota Kupang, Provinsi NTT, Praka Satria Tino Taopan gugur dalam dalam kontak tembak di Kampung Yuguru, Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Kamis (8/1/2026).

Satria Tino, anggota Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan, hampir satu tahun bertugas di wilayah Papua Pegunungan sebelum gugur di medan operasi.

Ayah Satria Tino, Dominggus Taopan, dikutip dari Nabire.net mengungkapkan kesedihannya ditemui di rumah duka di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Jumat (9/1/2026).  Keluarga, kata dia, sempat berkomunikasi dengan Tino Topan sebelum kejadian.

“Istri saya sempat kirim pesan ke Satria, tapi tidak dibalas. Kami belum curiga apa-apa,” ujar Dominggus.

Baca juga:TNI AL Gagalkan 13,6 Ton Moke dari Sabu Senilai Rp 408 Juta

Kabar duka tersebut baru diterima Dominggus saat ia sedang bekerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) NTT. Informasi itu disampaikan oleh rekan satu batalion Praka Satria yang juga berasal dari Kupang.

“Awalnya saya tidak percaya. Temannya menangis terus dan bilang, ‘Bapak, saya dengan Satria satu batalion dari Kupang, tapi dia sudah tidak ada lagi,’” tuturnya dengan suara bergetar.

Dominggus baru benar-benar percaya setelah mendapat penjelasan bahwa jenazah putranya telah dievakuasi ke pos dan menunggu helikopter dari Timika.

“Katanya dia kena tembak di bagian leher,” ungkap Dominggus.

Baca juga:20 Oknum TNI Termasuk Seorang Perwira Tersangka Kematian Prada Lucky Namo

Jenazah Praka Satria Tino Taopan diterbangkan dari Nduga transit di Makassar dan Surabaya,  tiba Jumat malam sekitar pukul 19.00 Wita. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan