PT Langit Laut Biru, Mimpi Menjadi Tuan Teknologi Tepat Guna di Tanah Sendiri

Mesin teknologi tepat guna diproduksi PT Langit Laut Biru Keuskupan Maumere, Sabtu 9 Agustus 2026. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Kunjungan tim Rakor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT ke PT Langit Laut Biru, Sabtu siang 9 Agustus 2025 makin menguatkan pengakuan kepada lembaga itu sebagai produsen mesin industri teknologi tepat guna.

Beragam mesin karya Anak Tana Kabupaten Sikka dipamerkan kepada publik. Mereka juga mendemonstrasikan kerja mesin. Karya yang telah  memenuhi kebutuhan masyarakat.

Beragam mesin diproduksi. Mesin pemecah cangkang kemiri, mesin sosoh sorgun, mesin rontok sorgum dan mesin penepung. Kemudian mesin cacah batang pisang, mesin cerai sankeh. Mesin pres batako, parut kelapa otomatis, pengolah jagung,beras jagung hingga pengemping jagung.   Kemudian pengelasaan,pembuatan rumah tahan gempa, dan pengolahan berama pangan lokal, kopi kelor dan ikan.

Pemesanan telah dilakukan beberapa kabupaten dan kota di NTT. Bahkan sudah selangkah lebih maju masuk dalam e-katalog.

Baca juga:Tolong Pikirkan Perda Perlindungan Pekerja Migran, Pesan Wabup Sikka untuk Kadis Nakertrans

Bernaung dibawah Gereja Katolik Keuskupan Maumere,PT Langit Laut Biru hadir perdana semenjak mendiang Uskup Maumere, Mgr.Gerulfus Kherubiem Parera. Produksi olahan rumput laut sempat ditekuni, tapi beberapa tahun usaha itu kurang mengembirakan.

Banting stir dengan teknologi produksi mesin teknologi tepat guna menjadi pilihan. Direktur PT Langir Laut Biru, Romo Yan Faroka, kepada Kepala Dinas Dinas Naketrans NTT, Silvy Pekujawang, memimpin Tim Rakor Dinas Nakertrans NTT berkata, ”kami tidak punya tenaga ahli tenik, desain mesin yang hebat. Mereka hanya dikumpulkan dan diseleksi ketat,” kata  Romo Yan.

“Kemauan dan hati mereka untuk dididik dan dibina. Ada yang drop out sekolah. Tukang tambal ban. 40 Persen mereka lulusan SMK,” kata Romo Yan.

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Karya Misi Santo Yosef yang menaunginya juga memfasilitasi anak-anak muda Sikka meng-upgrade pendidikan mengikuti kuliah jarak jauh dalam pengawasan super ketat agar kelak jadi pribadi yang berarti bagi orang lain.

Baca juga:Wakil Bupati Sikka Ajak Kadis Nakertrans se-NTT Cicipi Kuah Asam dan Moke: Lebih Gurih, Silahkan Coba

“Keterbukaan hati untuk dibimbing. Intinya beda ketika ada di luar dan ketika telah ada di dalam (lembaga),” kisah Romo Yan.

Masa sulit sembilan tahun bisa dilewati, kini  setiap tahun menjadi tempat praktek siswa Sekolah Menengah Kejuruan juga terbuka pembelajaran kurikulum muatan lokal (Mulok), pendidikan usia dini atau PAUD dan Taman Kanak-Kanak

“Memang tidak mudah motivasi mereka. Tapi kami bangga dengan pencapaian anak-anak kami,” tandas Romo Yan.

Romo Yan menaruh harapan kunjungan Dinas Naketrans se-NTTmenjadi  berkat dan sukacita bersama. Semakin banyak anak muda ikut dalam pelatihaan.

Baca juga:Dinas Nakertrans Sikka Fasilitasi Petani Olah Singkong dan Kakao

Pelatihan ini, kata Romo Yan, bukan hanya supaya mereka punya kompetensi, tetapi mengenal iklim dan tuntutan industri dan tuntutan konsumen. Sebab, banyak bengkel kita kalah karena iklim industri tidak diciptakan “Kami ingin jadi tuan di tanah sendiri,” imbuh Romo Yan.

Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT, Silvy Pekujawang, mengaku senang mengunjungi PT Langkit Laut Biru dan LPK Karya Misi St.Yosef Maumere,meski sudah empat kali datang ke tempat ini.

“Saya sudah empat kali ke sini. Ini tempat yang bikin happy, menghasilkan  mesin teknologi yang tepat guna. Mesin-mesin yang dihasilkan menjawab kebutuhan masyarakat. Kami selalu support,” kata Sily.

Dia mengaku banyak belajar dari LPK Santo Yosef Maumere. Maumere menjadi salah satu lokus pemagangan selain Labuan Bajo di Manggarai Barat.

Baca juga:Iris Tuak, Penenun dan Papalele Ikan Mengira Terima Uang Tunai usai Buka Rekening Bank NTT

“Saya bilang di tempat ini punya hati dan kepedulian yang luar biasa untuk generasi muda. Saya ketemu dengan banyak mentor, tapi tidak punya kesabaran. Di tempat lain belum saya temukan seperti di sini. Sof skil  Sabar membimbing anak muda. Ada tangan dan hati. Soal mentor dan menu,” kata Silvy seraya memuji Coklat Sikka dan kelornya.

Ia mengatakan produk kelor yang dihasilkan di LPK Santo Yosef sama rasa dan kualitasnya dengan yang dihasilkan di Kupang, namun harga yang dijual di Maumere lebih murah. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan