Bandara Frans Seda Tutup Dua Hari, Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
MAUMERE,dewadet.com-Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali terjadi pada Rabu malam dan masih berlangsung sampai Kamis, 9 Oktober 2025 berdampak terhadap penutupan operasional Bandar Udara (Bandara) Frans Seda di Maumere, selama dua hari ke depan, Kamis-Jumat, 9-10 Oktober 2025.
Dua penerbangan dengan pesawat Wings Air yang terdampak letusan pada hari Kamis di-cancel dari Maumere-Kupang pada pagi hari dan satu penerbangan sore hari.
“Hari ini (Kamis) 9 Oktober 2025 sampai Jumat 10 Oktober 2025 pukul 06.00 Wita operasi penerbangan di Bandara Frans Seda ditutup sementara,” tulis Partahian Panjaitan, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Frans Seda Maumere, melalui pesan WhatsApp, Kamis pagi.
Laporan Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-Laki, Rabu malam 8 menyebut erupsi disertai dentuman terjadi pukul 20.53 Wita, membentuk tinggi kolom abu teramati sekitar 5.000 meter di atas puncak atau sekitar 6.584 meter di atas permukaan laut.
Baca juga:Malam Ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki Muntahkan Abu 5.000 Meter Disertai Suara Dentuman
Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sekitar 1 menit 16 detik.
Erupsi berlanjut pada pukul 22.14 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 3.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.584 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini sekitar 5 menit 50 detik.
Pada pukul 23.41 Wita, letusan kembali terjadi membentuk kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 3.584 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22.2 mm dan durasi sekitar 2 menit 9 detik.
Baca juga:Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara, Wings Air Batal Terbang ke Kupang
Letusan berlanjut pada Kamis, 9 Oktober 2025 pukul 06.07 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 m di atas puncak atau 3.084 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14.8 mm dan durasi sementara ini sekitar 5 menit 45 detik.*
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eugenius Moa





