Mantan Bupati Sikka, Aleks Longginus Beberkan Alasan Pembentukan DOB Kota Madya Maumere
MAUMERE,dewadet,com-Bupati Sikka periode 2003-2008, Aleks Longginus membeberkan tiga alasan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Madya Maumere yang dilakukan pada masa pemerintahanya.
Aleks menyebut kelayakan secara geografis dan demografis. Luas wilayah 1.731,92 Kilomter persegi dengan jumlah penduduk 340.192 jiwa. Kepadatan penduduk 147,27 orang perkilometer persegi lebih padat dari jumlah ideal 50-100 orang perkilometer persegi, sehingga Kabupaten Sikka sangat padat.
Alasan kedua usuan pembentukan DOB Kota Madya Sikka yakni potensi wilayah. Pertanian, perkebunan, perikanan juga potensi pariwisata yang menjadi potensi unggulan.
“Data potensi terdapat di dinas pariwisata 45 objek bukan 120. Semua ini kalau dikelola secara profesional maka kita percaya sangat banyak,” kata Aleks, Kamis 31 Juli 2025.
Baca Juga: DOB Kota Maumere Lengkap dan Final, Termasuk Pemindahan Ibukota Kabupaten Sikka
Potensi jasa perhubungan dan pendidikan, kata Aleks juga menjadi alasan pengusulan DOB Kota Madya Maumere.
“Kita punya jasa transportasi udara dan laut yang memadai. Bandara dan pelabuhan laut untuk ekspor dan impor,” kata mantan Ketua DPC PDIP Sikka.
“Untuk jasa pendidikan, kita peruguruan kelas internasional yaitu IFTK Ledalero. Unipa Maumere dengan tujuh ribu lebih mahasiswa aktif. Ada Universitas Muhammadyah Maumere, Politeknik Cristo Re, Stikes St. Elisabeth, dan jasa rumah sakit. Semoga segera dibangun lagi RS Bhayankari,” kata Aleks.
Diberitakan sebelumnya, Kota Madya Maumere termasuk salah satu dari delapan calon Daerah Otonomi Baru (DOB) yang diusul Gubernur NTT, Melki Laka Lena kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Baca Juga: Calon Daerah Otonomi Baru Kota Madya Maumere Diusul Gubernur NTT ke Menteri Dalam Negri
Usulan tersebut tertuang dalam surat Nomor 100.2/592/PEMKES bertanggal 1 Juli 2025 ditandatangani Melki Laka Lena.
Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Doris Rihi membenarkan mengirim surat tersebut kepada Mendagri di Jakarta.
“Iya, benar. Seperti itu,” kata Doris Rihi, Minggu 27 Juli 2025 seperti dikutip dewadet.com dari sergap co.id.
Mantan Penjabat Bupati Flores Timur ini menjelaskan, surat itu dikirim setelah menerima kunjungan dari Raja Amanatun, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan 12 orang lainnya.
Baca Juga: “Ria Rago” Film Kawin Paksa di Flores dan Niat Gubernur NTT Bangun Monumen Film di Ndona
Delapan calon DOB tersebut yakni Adonara di Kabupaten Flores Timur,OB Kota Madya Maumere di Kabupaten Sikka. Amanatun di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Amfoang di Kabupaten Kupang. Pantar di Kabupaten Alor. Calon DOB Sumba Selatan, Sumba Timur Jaya, dan calon DOB Pahunga Lodu di Kabupaten Sumba Timur. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa




