Respon Pebalap Lahap Etape Kupang-Kefa, “Kami Akan Kembali Lagi”

Para juara etape pertama Kupang-Kefa menerima penghargaan di Kefamenanu, Rabu 10 September 2025. (foto kiriman geradus)

KEFAMENANU, dewadet.com-Juara pertama etape pertama balap sepeda Tour De EnTeTe, Axel Habert mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam ajang balap sepeda internasional Tour de EnTete, Rabu 10 September 2025.

Axel melalui penerjemaah mengakui lintasan etape pertama Kupang-Kefamenanu menantang, namun alamnya indah dan menyenangkan.

Dia juga senang dengan penerimaan dan keramahtamaan masyarakat NTT, terutama masyarakat TTU yang menyambut dengan sorak sorai saat dirinya memasuki finish.

“Ini sebuah kehormatan bagi saya,” kata Axel melalui penerjemahnya usai finish di Kefamenanu.

Baca Juga:Etape 6 dan 7 Tour De EnTeTe, Larantuka-Maumere dan Maumere-Ende Batal Digelar Diancam Erupsi Lewotobi dan Longsor

Dia mengaku rute etape pertama kurang lebih 200-an kilometer sangat berat, memotivasi jiwa balapnya. Axel mengaku sempat jatuh pada lintasan yang menurun tajam, namun tidak cedera sehingga ia bisa meneruskan balapannya.

Menurutnya, bisa saja jatuhnya itu karena kondisi tubuhnya yang masih lelah dalam perjalanan dari negaranya dan tiba di Kota Kupang pada Selasa, 9 September 2025. Dia mengaku belum istirahat penuh lalu melanjutkan perjalanan mengikuti balap menuju TTU.

Dia gembira karena bisa menyabet juara I pada etape I. Dia berharap bisa meneruskan balapnya pada etape berikutnya hingga masuk finish di Labuan Bajo.

Axel menuturkaan, pernah mengikuti balap sepeda pada jalur ekstrem dan itu mungkin ia dapatkan pada etape II Kefamenanu-Atambua melintasi Wini yang dikabarkan banyak turunan dan tikungan. “Mudah-mudahan bisa saya jalani,”tutupnya.

Baca Juga: Tim 7 Eleven Filipina Tiba di Kupang Tampil di Tour De Entete

Pembalap Nusantara, Ilham mengaku medannya bagus, banyak rolingnya dari star sampai finish. Medan tersebut asyik tapi menantang karena alamnya panas. Kesan yang sama disampaikan tim balap Jakarta Pro Cycling.

Tim ini mengaku senang bisa datang di NTT dan mengikuti balap pada rute dan etape yang penuh tantangan. Tantangan utama adalah cuaca yang sangat panas dan alam yang berkelok dengan tikungan, tanjakan dan turunan yang panjang.

Sedangkan Jacob Longham dari Nex Velofit Australia berjanji akan datang kembali sebagai wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata dan perkampungan adat di NTT. Dia mengaku senang karena masyarakat NTT ramah dan cepat menerima orang baru.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan