Terminal Timur dan Barat Kota Maumere Dioptimalkan, Kendaraan Wajib Masuk Terminal
MAUMERE,dewadet,com-Dua terminal besar di Kota Maumere, Terminal Madawat atau Terminal Barat di Jalan Gajah Mada, dan Terminal Lokaria atau Terminal Timur segera dioptimalkan pemanfaatanya oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, meski aset tersebut merupakan kewenangan pemerintah Provinsi NTT.
Untuk mewujudkan tekad tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka berkolaborasi dengan UPT Dinas Perhubungan Provinsi NTT. Forum Lalu Lintas beranggotakan lintas sektor segera dihidupkan kembali dan akan mulai pertemuan pekan depan.
“Kami akan tertibkan semua angkutan umum wajib masuk terminal. Tekad ini kami sudah sampaikan kepada para pengemudi angkutan kota pada saat kedatangan mereka kemarin (Kamis, 29 Januari 2026). Mereka mendukungnya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Yohanes Emil Satriawan, Jumat siang 30 Januari 2026 di Maumere.
Jemi Sadipun, sapaan Yohanes Satriawan menegaskan semua angkutan pedesaan dan antarkota dalam provinsi wajib masuk terminal. Patroli Dinas Perhubungan akan melakukan operasi rutin terhadap angkutan pedesaan, angkutan kota,dan angkutan antarkota dalam provinsi yang sering menunggu penumpang di luar terminal.
Baca juga:Patroli Dishub Sikka HalauTruk Besar Bongkar Muat di Jalan
Seperti di Terminal Madawat, diakui Jemi, angkutan pedesaan, angkutan antarkota dalam provinsi parkir di ruas jalan depan terminal menunggu penumpang. Keadaan yang sama juga terjadi di Terminal Lokaria, semua angkutan pedesaan dan angkutan kota tunggu penumpang di jalan Trans Flores, Maumere-Larantuka.
“Yang seperti ini akan ditertibkan. Yang tidak mau patuh, kami akan tegakan aturan,” tegas Jemi Sadipun, yang genap sebulan mengemban jabatan Kadishub Sikka.
Jemi Sadipun menegaskan, semua angkutan antarkota dalam provinsi trayek Maumere-Larantuka yang tidak pernah masuk terminal juga ditertibkan. Sekian lamanya, para pengemudi parkir bis di kompleks petokoan di depan Tugu Tsunami menunggu penumpang.
“Pengemudi yang tidak mau ikuti aturan, kami akan tegakan aturan. Tentu saja akan sanksi bagi yang membangkang,” tegas Jemi Sadipun.
Baca juga:Sopir Angkutan Pedesaan Hadang Pikap Angkut Penumpang, Dishub Sikka Kewalahan Menertikan
Optimalisasi pemanfaatan terminal sudah mulai tampak hasilnya. Dalam beberapa hari ini semua angkutan pedesan, bis antarkota bahkan truk ekspedisi parkir di Terminal Madawat.
Bongkar dan muat barang berlangsung di dalam termnal bagi truk ekspedisi yang tidak memiliki gudang. Sedangkan truk ekspedisi yang punya gudang melakukan aktivitas di gudangnya. *




