MAUMERE, dewadet.com-Sejumlah penyakit ditemukan diderita warga Suku Bajo mendiami Kampung Wuring, Kecamatan Alok Barat, dan Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT menurut studi Genetik dan Kesehatan Tim Mochtar Riady Institute for Nanotechnology-Universitas Pelita Harapan (MRIN-UPH) berkolaborasi dengan Varian Bio dan Klinik Utama Agradece.

Riset tersebut dipaparkan oleh Prof. Herawati Sudoyo, MS.PhD,  Senin 2 Februari 2026 Klinik Agradere, Kelurahan Wolomarang, Jalan Trans Utara Flores.

Studi berlangsung tanggal 17-22 Juli 2023 mencakup 266 responden berusia 22-85 tahun, terdiri dari 154 perempuan dan 112 pria. Hasilnya  ditemukan obesitas atau kelebihan berat badan lebih banyak pada peserta perempuan 35 persen obesitas dan 48,1 persen obesitas sentral.

Kemudian lebih dari 83 persen peserta mengalami peningkatan kadar kolestrol jahat. Dan, lebih dari 78 persen menderita tekanan darah di atas normal dan 67 persen peserta laki-laki mengalami asam urat tinggi, dimana 55 persen merupakan perokok.

Baca juga:Penutupan Pasar Wuring: Sebuah Kajian Sosiologi Hukum

Kemudian pre diabetes dialami 16 persen,  yang normal 75 persen dan yang mengalami diabetes 9 persen.

Sementara gangguan ginjal kronis dialami 10 persen peserta, penurunan fungsi ginjal 29 persen dan 61 persen peserta normal. Gangguan fungsi ginjal disebabkan asam urat tinggi dan tekanan darah tinggii.

Gangguan ginjal kronis 10 persen dan 29 persen yang mengalami penurunan fungsi ginjal, 55 persen karena asam urat tinggi dan 68 persen hipertensi.

Prof Herawati mengharapkan hasil riset ini menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan melahirkan kebijakan dalam pencegahan yang lebih muda daripada pengobatan.

Baca juga:20 Kasus DBD Awal 2026, Kadis Kesehatan Sikka: Panas Dua Hari Wajib Periksa Laboratorium

“Melihat data-data hasil riset ini membuat kita harus khawatir. Adanya penyakit semakin tinggi, 45 orang antri untuk cuci darah. Cuci darah itu mahal. Bagaimana kalau kita bisa menurunkan hanya lima orang misalnya, hipertensi, obesitas, diabetes. Penyakit ini akan kena ke ginjal, kebutaan, ada kena otot jadi kelemahan otot. Kalau dirawat dan diobati tinggi sekali,” kata Prof. Herawati.

Ia mengatakan obesitas atau gemuk berlebihan merupakan dampak dari pola makan dan pola hidup. Dalam dunia kedokteran melakukan pencegahan jauh lebih murah dari pada mengobati.

“Orang tidak lagi melakukan aktivitas fisik. Pola makan lebih banyak makan gorengan, banyak juga lemak yang dimakan.sehingga menjadi lebih gemuk, Tapi, berlebihan gemuk tidak sehat. Semuanya akan muncul beberapa penyakit seperti darah tinggi, dibetes dan lainya,”  imbuh Prof. Herawati. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan