20 Kasus DBD Awal 2026, Kadis Kesehatan Sikka: Panas Dua Hari Wajib Periksa Laboratorium
MAUMERE,dewadet.com-Di tengah meningkatnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) mencapai 20 kasus dan tiga masih dirawat, Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus meminta warga waspada.
“Suhu tubuh pasien panas tidak turun dalam dua hari, saya sudah minta semua Puskesmas dan fasiltas kesehatan lakukan tatalaksana penanganan DBD. Periksa laboratorium,” tegas Herlemus, Selasa 13 Januari 2026 di Maumere.
Herlemus mengingatkan masyarakat selalu wapada DBD yang trendnya naik pada akhir tahun dan awal tahun pada bulan Desember sampai bulan Maret.
Ditegaskan Herlemus, masa kritis penyakit DBD sangat pendek antara enam sampai tujuh hari. Model pelana kuda, naik-turun. Pada saat turun sebenarnya merupakan masa kritis.
Baca juga:Demam Berdarah Renggut Nyawa Anak Sikka di Awal 2026, Kadis Kesehatan Minta Jangan Lengah
“Panas diberi minum Paracetamol, suhu tubuh tidak turun dalam dua hari segera ke Puskesmas. Jangan tunggu,” imbau Herlemus.
Menurut Herlemus, kematian DBD menimpa seorang anak perempuan asal Kecamatan Kewapante, FF (11) merupakan kasuistis kemungkinan berasal dari kasus import dari wilayah endemi DBD. Anak tersebut, kata Herlemus, telat dibawah ke rumah sakit.
“Anak dibawa ke RS Kewapante dalam kondisi kritis, kemudian dirujuk ke RSUD dr.TC Hillers, tidak tertolong,” kata Herlemus.
Dikatakanya, selama tahun 2024 terjadi 800 lebih kasus DBD, namun tidak terjadi kematian. Begitu juga pada 2025 sebanyak 353 kasus juga tak ada yang fatal sampai kematian.
Baca juga:RSUD Maumere Punya Dua Dokter Anestesi
Kontribusi terbanyak kasus DBD, lanjut Herlemus berasal dari tiga kecamatan di Kota Maumere, yakni Alok, Alok Barat dan Kecamatan Alok Timur.
“Butuh kesadaran dan kerjasama mengatasinya, Kita pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB) DBD pada tahun 2020 dengan 16 kasus kematian. Saat itu bersama dengan pandemi Covid-19,” kata Herlemus.*





