Guru Besar Sejarah Asal Sikka Dikukuhkan Rektor Undana
KUPANG, dewadet.com- Rektor Undana Kupang, Prof. Dr. Ir. Jefri Bale, ST., M.Eng, mewakili Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI mengukuhkan dua orang guru besar Undana Kupang di Graha Cendana, Rabu (14/1/2026).
Kedua guru besar tersebut, yakni Prof. Dr. Drs. Andreas Ande asal Kabupaten Sikka, sebagai guru besar bidang pembelajaran sejarah daerah pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sedangkan Prof. Dr. Ir. Thomas Mata Hine,M.Si sebagai guru besar bidang Bioteknologi Reproduksi Ternak pada Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan. Keduanya tercatat sebagai guru besar ke- 75 dan 76 Undana Kupang.
Pengukuhan berlangsung dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Pengukuhan Guru Besar Universitas Nusa Cendana Kupang.
Dalam sambutannya, Prof Dr. Ir. Jefri Semuel Bale, ST., M.Eng menyampaikan rasa syukurnya karena bisa menyaksikan acara akademik yang agung itu. Dikukuhkannya dua guru besar itu maka barisan benteng akademik Undana Kupang semakin kokoh.
Baca juga:Baru Pernah Terjadi PAD Sikka 2025 Melampaui Target 107,28 Persen
Menurut catatannya Undana Kupang telah memiliki total 76 orang guru besar dengan rincian 53 orang guru besar aktif dan 23 orang guru besar telah pensiun serta ada yang sudah meninggal dunia.
Selain guru besar, kata Prof.Jefry, ada 120 orang doktor dalam peningkatan fungsional kepala di Undana Kupang yang menjadi tabungan masa depan calon guru besar Undana.
Lanjutnya, peristiwa agung hari ini bukan sekadar pemakaian jubah kebesaran, tetapi Undana sedang merayakan kemenangan dari keteguhan hati, integritas, dan kecintaan pada tanah Nusa Tenggara Timur.
“Dua sosok yang ada di depan kita adalah bukti hidup bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai puncak tertinggi akademik,” tegasnya.
Baca juga:20 Kasus DBD Awal 2026, Kadis Kesehatan Sikka: Panas Dua Hari Wajib Periksa Laboratorium
Untuk itu, ia mengajak hadirin untuk mencoba menyelami perjalanan dari kedua guru besar itu Prof.Dr. Drs. Andreas Ande, M.Si, meraih puncak perjalanan akademik di bidang Sejarah. Ia menjadi lulusan terbaik S3 di Universitas Negeri Malang.
Prof. Ande memegang peran strategis sebagai Ketua Tim Cagar Budaya Provinsi Nusa Tenggara Timur dan penulis buku yang sangat produktif dalam beberapa tahun terakhir.
Prof asal Kabupaten Sikka ini, sangat luar biasa dan melahirkan beberapa karya penting antara lain buku sejarah Asia Tenggara pada tahun 2024 dan Strategi Pembelajaran pada tahun 2025.
Tumbuh Selaras Citra dan Budaya
Baca juga:Sembilan PMI NTT Pulang dalam Peti, Kabupaten Sikka Terima Tiga Peti
Prof. Jefry mengatakan, dalam orasi ilmiahnya dengan judul Manusia dan Sejarah Kebudayaan Daerah NTT Dalam Kurikulum Merdeka Belajar, Prof .Ande sudah membawa misi mulia agar anak-anak Nusa Tenggara Timur menyadari dari mana akarnya.
Lanjutnya, Prof. Ande mau mengakui bahwa di mana tugas guru bukan untuk menyeragamkan, tetapi menuntun anak-anak NTT tumbuh sesuai citra dan budayanya.
“Gagasan ini adalah implementasi nyata dari Asta Cita ke-4 Pemerintahan RI, yaitu pembangunan karakter dan sumber daya manusia serta Asta Cita kesatu dan kedelapan, yaitu penguatan ideologi dan budaya bagi Provinsi NTT,” kata Prof. Jefri.
Menurutnya, pemikiran Prof .Ande adalah fondasi bagi program pemerintah dalam pariwisata yang berkelanjutan. Pariwisata di NTT tidak boleh kosong, ia harus berisi narasi sejarah dan budaya yang kuat dan narasi itu harus dimulai dari bangku pendidikan sebagaimana dirancang dalam strategi pembelajaran oleh Prof. Ande.
Baca juga:NTT Sambut Dua Peti Jenasah PMI di Awal 2026, Seorang Asal Kabupaten Sikka dan Belu
NTT, kata Prof. Jefry, membutuhkan pariwisata yang bernyawa dan nyawa itu adalah generasi sejarah yang beliau perjuangkan.
Inovasi Emas Hijau
Untuk Prof Dr Ir Thomas Mata Hine, M.Si, kata Prof. Jefry, adalah magister desain inovasi emas hijau yang mengawinkan kearifan lokal dengan teknologi dunia.
“Kita melihat sosok putra kebanggaan Sabu Raijua menjadi CPNS pada tahun 1990 hingga meraih gelar doktor di Institut Pertanian Bogor yang punya dedikasi total hingga meraih penghargaan Satya Lancana Karya Sastra 30 tahun dari Presiden Republik Indonesia,” kata Prof. Jefry.
Baca juga:Pengusaha di Sikka Diminta Taati Upah Minimum Provinsi NTT 2026
Menurutnya, penghargaan itu adalah bukti kesetiaan Prof .Thomas pada pengapdian di universitas. Dia merupakan ilmuwan unik yang berhasil mengawinkan sesuatu yang sederhana dengan teknologi yang rumit. Terobsan genius yang menggabungkan kekayaan alam lokal yaitu kelor dengan teknologi tinggi Bioteknologi.
Dalam orasi ilmiahnya tentang inovasi aditif berbasis ekstrak daun kelor untuk reservasi sperma, Prof .Thomas membuktikan bahwa tanaman kelor yang ada di setiap pekarangan rumah dapat menjadi bahan utama bioteknologi.
Prof Thom, sapaan akrabnya, merupakan sosok ilmuwan yang gigih. Pendidikan tinggi diawali di Undana (1988), dilanjutkan dengan gelar Magister di Institut Pertanian Bogor (1995), hingga meraih gelar doktor di universitas yang sama pada tahun 2008.
Ketekunannya di dunia akademis membawa meraih predikat kepangkatan tertinggi sebagai profesor, sebuah perjalanan panjang yang dimulai sejak ia pertama kali mengabdi sebagai CPNS pada tahun 1990.
Baca juga:Prajurit Asal NTT Gugur Kontak Tembak di Nduga, Papua Pegunungan
Kepakaran Prof. Thom dalam Bioteknologi Reproduksi Ternak terfokus pada sebuah tanaman yang sangat familiar dengan masyarakat NTT, yakni kelor (Moringa oleifera). Dalam orasi ilmiahnya, dia membuktikan bahwa ekstrak daun kelor memiliki potensi besar sebagai pengencer sperma ternak yang efisien dan alami.
“NTT memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Kelor bukan hanya sumber pangan manusia, tetapi juga jawaban atas tantangan bioteknologi peternakan kita. Inovasi ini adalah upaya untuk meningkatkan produktivitas ternak lokal dengan biaya yang lebih terjangkau, namun memiliki kualitas internasional,” ujar Prof. Thom, penulis buku Stem Cell Embrionik (2016) dan Reproduksi Sapi (2025) ini.
Pengukuhan dua guru besar itu disaksikan tamu undangan serta sanak keluarga dengan penuh antusias. Pengukuhan Usai dilakukan foto bersama dan silaturahmi dengan bersalaman dari keluarga dan undangan serta civitas akademika yang hadir.





