Demam Berdarah Renggut Nyawa Anak Sikka di Awal 2026, Kadis Kesehatan Minta Jangan Lengah
MAUMERE,dewadet.com-Penyakit demam berdarah dengue (DBD) kembali terjadi. Di awal tahun 2026, anak usia 11 tahun, FF asal Desa Seusina, Kecamatan Kewanpante, Kabupaten Sikka direnggut nyawanya, Sabtu Sabtu (10/1/2026) pukul 03.02 Wita di RSUD TC Hillers Maumere.
Sampai hari Sabtu, sudah 10 pasien DBD dirawat di Ruang Melati RSUD Maumere. Dari 10 pasien tersebut, tiga pasien dalam penanganan medis.
Pada tahun 2025, terjadi 353 kasus DBD, namun tidak ada satu pun korban meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, membenarkan kematian anak akibat DBD.
Baca juga:FK UGM Visitasi di RSUD Maumere, Fasilitas Lengkap dan Beri Dukungan Dokter Ahli
“Ya, meninggal kemarin (Sabtu). Saya masih pastikan dulu penegakan diagnosanya dari rumah sakit,” terang Petrus Herlemus.
Ia menjelaskan korban mengalami demam sejak Senin (5/1/2026). Sempat berobat ke RSU Santo Gabriel Kewapante, pada Kamis (8/1/2026) kondisinya kritis. Korban dirujuk ke RSUD TC Hillers, tidak bisa tertolong.
“Saya mohon kepada kita semua agar jangan lengah, kalau demam langsung ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbau Herlemus.*




